KAMPAR – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kampar memberikan klarifikasi terkait video viral yang disampaikan oleh kuasa hukum korban dalam perkara dugaan pencurian tanah timbun dan pengrusakan tanaman karet. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 15 Juni 2025 di Desa Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, dan hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Kampar AKP I Gede Yoga Eka Pranata menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh kuasa hukum korban, DR. Fredy Simanjuntak, SH., MH. Setelah dilakukan gelar perkara awal, penyidik memandang perlu adanya pendalaman lebih lanjut.
“Penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan memperdalam keterangan dari para saksi maupun pihak terlapor untuk memperjelas peristiwa serta menentukan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, penyidik juga telah mengambil keterangan tambahan dari salah satu saksi bernama Sanjaya. Ke depan, pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan guna mendapatkan gambaran yang utuh dan komprehensif terkait kasus tersebut.
“Proses ini membutuhkan ketelitian. Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya.
Dalam pertemuan pada Jumat (1/5/2026), kuasa hukum korban menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas tindak lanjut laporan yang telah dilakukan. Mereka juga berharap penanganan perkara dapat berjalan profesional dan memberikan keadilan bagi korban.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan proses penyelidikan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Setiap pihak yang terkait akan diperiksa secara menyeluruh demi mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Kami menjamin penanganan perkara ini dilakukan secara profesional untuk memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” tegasnya.
Polres Kampar juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada penyidik agar proses hukum dapat berjalan optimal hingga tuntas.@Red







