POLRI

Polairud Polresta Samarinda Sikat Preman Sungai Mahakam, Empat Pelaku Pemalakan Tugboat Ditangkap

0
×

Polairud Polresta Samarinda Sikat Preman Sungai Mahakam, Empat Pelaku Pemalakan Tugboat Ditangkap

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA – Aksi premanisme di jalur pelayaran Sungai Mahakam berhasil dipatahkan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Samarinda. Empat pria yang diduga melakukan pemalakan terhadap awak Tugboat (TB) Mahakam Indah ditangkap setelah menganiaya anak buah kapal (ABK) yang menolak memberikan bahan bakar solar.

Kasat Polairud Polresta Samarinda Kompol Agus Setyawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 11 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 Wita saat TB Mahakam Indah berlayar menuju Sengkotek dan melintas di kawasan Harapan Baru.

550x300

Di tengah pelayaran, sebuah perahu ces yang ditumpangi empat orang mendekati tugboat. Para pelaku kemudian naik ke atas kapal dan meminta solar kepada awak kapal.

Namun karena persediaan bahan bakar di kapal terbatas, permintaan tersebut ditolak. Penolakan itu memicu keributan hingga berujung pada aksi penganiayaan terhadap salah seorang ABK.

Mendapat laporan kejadian, Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Satpolairud Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, empat pelaku berinisial Y, P, A, dan M berhasil diamankan beserta perahu ces yang digunakan saat beraksi.

Selain itu, polisi juga menetapkan satu orang lainnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga turut terlibat dalam aksi tersebut.

Keempat tersangka kini menjalani proses hukum dan dijerat Pasal 262 KUHP tentang tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang.

Kompol Agus Setyawan mengungkapkan, pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian.

Ia menegaskan, pemberantasan premanisme di jalur Sungai Mahakam menjadi perhatian serius Polresta Samarinda. Untuk itu, Satpolairud bersama Polsek Kawasan Pelabuhan terus meningkatkan patroli di kawasan perairan guna menjamin keamanan pelayaran dan memberikan rasa aman bagi para pengguna transportasi sungai.

“Kami mengajak masyarakat dan para pelaku usaha pelayaran untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan aksi premanisme atau tindak kriminal di perairan. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan Sungai Mahakam yang aman dan bebas dari aksi kejahatan,” tegas Kompol Agus Setyawan.@Red

error: mediapolri.id