LABUAN BAJO – Seminggu pasca gempa 7,7 Magnitudo, Tim K-9 Unit SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri* telah tiba dan mulai bergerak di Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA.
Sebanyak 21 personel dipimpin IPTU Erasmus dan 10 Satwa K-9 yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, Gizi langsung melakukan konsolidasi di Polres Manggarai Barat.
Rangkaian Kegiatan Tim K-9 di Hari Pertama:
1. Perawatan Satwa: Pemberian pakan dan vitamin kepada 10 ekor K-9 agar tetap prima di medan bencana
2. Koordinasi Lintas Instansi: IPTU Erasmus melaksanakan koordinasi dengan Dirpamobvit Polda NTT, Ditsamapta Polda NTT, dan Itwasum Polri untuk sinkronisasi tugas di lapangan
3. Distribusi Logistik: Tim membantu proses _loading_ barang bantuan bencana untuk disalurkan ke masyarakat terdampak
4. Trauma Healing: Yang paling menyentuh, K-9 RUBIN bersama Handler BRIPTU Gabriella dan K-9 GIZI bersama Handler BRIPDA Ayen diterjunkan untuk trauma healing di Yayasan Santo Yoseph. Kehadiran mereka berhasil menghibur anak-anak korban gempa.
Peran Ganda K-9 di Lokasi Bencana
Selain tugas utama sebagai CSAR/Pencarian Korban Hidup dan Cadaver/Pencarian Jenazah, kehadiran K-9 juga terbukti ampuh sebagai terapi psikologis. Sentuhan, elusan, dan kelincahan K-9 mampu menurunkan stres dan trauma pada anak-anak pasca bencana.
Di saat peralatan canggih punya keterbatasan, K-9 hadir dengan hati. Mereka mencari, mereka menolong, dan mereka juga menghibur. Ini bukti POLRI HADIR UNTUK KEMANUSIAAN,” ujar IPTU Erasmus.
Tim K-9 Ditpolsatwa akan terus bersiaga dan bergerak sesuai arahan pimpinan untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah NTT.
Di balik misi pencarian, ada misi kemanusiaan lain. Malam ini K-9 RUBIN & GIZI dari Ditpolsatwa hadir di Yayasan Santo Yoseph, Manggarai Barat. Bukan untuk mencari, tapi untuk menghibur dan memulihkan trauma adik-adik korban gempa.@Red







