MALALAK – Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan perbukitan yang masih menyimpan ancaman, personel Brimob Polda Sumatera Barat bekerja tanpa jeda. Bukan hanya membuka jalan yang tertutup banjir bandang dan longsor, tetapi juga merajut kembali harapan warga Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Melalui Batalyon B Pelopor, sebanyak 26 personel Brimob diterjunkan ke wilayah terdampak. Dipimpin Ps Pasi Min Batalyon B Pelopor Ipda Dedi Yendri, mereka memulai langkah sejak pagi hari dengan membangun jembatan darurat di Nagari Sikuaie, Malalak Selatan. Jembatan itu menjadi penghubung penting setelah akses transportasi terputus total akibat terjangan banjir bandang.
Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar bentangan kayu dan besi. Ia menjadi jalur kehidupan—tempat bantuan logistik masuk dan aktivitas masyarakat perlahan kembali bergerak.
Sementara itu, di Nagari Toboh, Malalak Timur, personel Brimob berjibaku membersihkan timbunan material longsor dan galodo yang menutup jalan dan permukiman. Perlahan namun pasti, jalur utama kembali terbuka. Kini, kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas, menandai awal pemulihan wilayah tersebut.
Terbukanya akses jalan membawa dampak nyata. Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Aktivitas harian berangsur pulih meski bayang-bayang bencana susulan masih menghantui. Untuk itu, petugas tetap bersiaga di lokasi.
Tak hanya memulihkan infrastruktur, Brimob juga melanjutkan misi kemanusiaan lainnya: pencarian warga yang dilaporkan hilang. Dengan bantuan alat berat, personel menyisir tumpukan longsor secara hati-hati, mengingat kondisi tanah yang masih labil.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan bahwa kehadiran Brimob di Malalak adalah wujud komitmen negara hadir di tengah bencana.
“Fokus kami membuka akses jalan agar bantuan logistik dapat tersalurkan dan pencarian korban berjalan maksimal. Personel Batalyon B Pelopor akan terus bersiaga di Posko SAR Malalak,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Senada, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyebut terbukanya akses jalan menjadi kunci pemulihan warga, baik secara ekonomi maupun psikologis.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Kondisi cuaca di kawasan perbukitan Malalak masih belum stabil,” katanya.
Di Malalak, jalan mungkin sempat terputus. Namun di balik kerja sunyi para personel Brimob, asa warga kembali menemukan jalannya.@Red







