POLRI

Kapolda Sumsel Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Teknologi

0
×

Kapolda Sumsel Perkuat Mitigasi Karhutla Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK), Bidang Hukum (Bidkum), Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel Tahun 2026.

Ia pun memberikan atensi khusus pada upaya perlindungan lingkungan, khususnya terkait langkah antisipasi dan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Isu ini menjadi sangat krusial mengingat adanya perubahan cuaca yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun 2026, sehingga membutuhkan respons yang cepat dan terukur dari seluruh elemen kepolisian.

550x300

“Karakteristik wilayah Sumatera Selatan yang bergambut membuat proses pemadaman sangat sulit jika api sudah membesar. Oleh karena itu, langkah paling strategis yang dapat kita lakukan adalah mitigasi dan pencegahan sejak dini,” ungkap Kapolda dalam sambutannya, Selasa (2/8/26).

Kapolda pun menginstruksikan Bid TIK untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit serta penggunaan alat pemantau kelembapan tanah di wilayah gambut harus diintegrasikan dengan baik.

“Jika data menunjukkan adanya penurunan kadar air, personel di lapangan dapat segera mengambil langkah antisipasi sebelum lahan mengering dan rentan terbakar,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolda menekankan, penyelesaian masalah karhutla dan tantangan kepolisian ke depan membutuhkan kolaborasi erat tanpa adanya ego sektoral. Ia mengibaratkan keempat fungsi pembinaan ini sebagai super team yang saling melengkapi.

Pemantauan berbasis teknologi dari Bid TIK harus didukung oleh penguatan komunikasi publik yang humanis dari Bidhumas untuk mengedukasi masyarakat. Di saat yang sama, Bidkum memastikan seluruh instrumen regulasi kepolisian berjalan sesuai koridor hukum, sementara Biddokkes menjamin kesiapan fisik dan kesehatan personel yang bertugas di lapangan tetap prima.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita tidak membutuhkan superman, tetapi kita membutuhkan super team yang mampu bekerja sama. Setiap dinamika yang ada harus mampu kita ubah menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai cooling system di tengah masyarakat,” jelasnya.

Diharapkan Kapolda agar Rakernis Gabungan ini dapat menghasilkan perencanaan berbasis risiko yang terukur serta berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan implementasi semangat menjaga Bumi Sriwijaya. Ke depan, melalui optimalisasi teknologi dan kolaborasi lintas fungsi ini, langkah antisipasi karhutla di tahun 2026 diharapkan dapat berjalan jauh lebih efektif.

Kepolisian akan terus hadir di tengah masyarakat, bukan dengan jarak, melainkan sebagai mitra yang berdiri sejajar untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Melalui semangat kebersamaan ini, diharapkan sinergi yang terjalin mampu mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sejuk, dan bebas dari ancaman kabut asap, demi menjaga kelestarian alam Bumi Sriwijaya.@Tgk Zunet

error: mediapolri.id