MEDAN – Dugaan transaksi mobil bermasalah berubah menjadi keributan yang menghebohkan warga Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Insiden yang melibatkan dua pria diduga anggota TNI itu bahkan viral di media sosial setelah keduanya terlihat dikejar dan sempat menjadi sasaran amukan massa.
Peristiwa bermula saat seorang penjual mobil bertemu dengan calon pembeli untuk memeriksa kendaraan yang akan ditransaksikan. Namun, suasana mendadak berubah ketika seorang perempuan yang berada di lokasi berteriak, memicu kepanikan dan menarik perhatian warga sekitar.
Dalam hitungan menit, kerumunan warga berdatangan. Dua pria yang diduga anggota TNI berusaha meninggalkan lokasi, tetapi akhirnya tertahan oleh massa sebelum diamankan warga guna menghindari aksi main hakim sendiri.
Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Polisi kini masih mengumpulkan keterangan para saksi dan mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan apakah benar terdapat unsur tindak pidana dalam transaksi tersebut.
Di sisi lain, Kodam I/Bukit Barisan juga mengonfirmasi adanya personel yang terlibat dalam insiden itu. Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy menyatakan penanganan kasus dilakukan secara bersama oleh Denpom I/5 Medan dan Satreskrim Polrestabes Medan.
Kolaborasi antara Polisi Militer dan kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta secara objektif, termasuk memastikan status kendaraan yang menjadi pokok persoalan. Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka maupun keterangan resmi mengenai dugaan mobil curian yang memicu keributan tersebut.
Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpulkan kasus berdasarkan video yang beredar di media sosial dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berlangsung.@Red







