BOGOR – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel di lapangan, Detasemen Perintis menggelar latihan intensif bela diri Eskrima di Markas Komando (Mako) Subden C Detasemen Perintis, Cikeas, Bogor, Jumat (22/5/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh seluruh personel Detasemen Perintis. Latihan ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan rutin untuk menunjang kesiapan operasional dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Korps Brimob Resimen III yang dipimpin IPDA Frangki Raturomon turut hadir memberikan materi serta simulasi teknik taktis bela diri.
Eskrima sendiri merupakan seni bela diri asal Filipina yang juga dikenal sebagai Arnis atau Kali, dengan fokus pada teknik pertahanan dan serangan menggunakan tongkat rotan maupun teknik tangan kosong. Gerakan yang praktis dan efektif dinilai sangat mendukung kebutuhan operasional personel kepolisian.
Kepala Detasemen Perintis KOMBES POL. Kade Budiyarta, S.I.K., menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan membentuk personel yang tangguh, sigap, dan profesional dalam pelaksanaan tugas.
“Melalui latihan bela diri Eskrima ini, kami berharap seluruh personel Detasemen Perintis semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas. Penguasaan teknik ini penting agar anggota mampu melindungi diri serta memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Kade Budiyarta.
Dengan mengusung semangat “Siap Terlihat dan Bermanfaat”, Detasemen Perintis berkomitmen terus meningkatkan kemampuan personel agar siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di lapangan.@Red







