BANJARMASIN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banjarmasin mengungkap dugaan peredaran narkotika menggunakan modus baru berupa pod getar yang diduga mengandung etomidate. Pengungkapan ini menjadi kasus pertama terkait pod getar bernarkoba yang ditemukan di Kota Banjarmasin.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial A (34), warga Antasan Raden, Gang Harmoni, Kecamatan Teluk Dalam, Banjarmasin.
A diamankan Tim Satresnarkoba Polresta Banjarmasin pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 01.40 Wita di kawasan Jalan Antasan Raden, Gang Harmoni.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, dari tangan terduga pelaku, petugas menyita lima cartridge yang diduga berisi cairan etomidate.
“Selain itu kami juga mengamankan satu buah mesin erpam dan satu buah handphone sebagai barang bukti lainnya,” ujar Riza saat konferensi pers di Banjarmasin, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, penggunaan pod getar yang diduga berisi cairan etomidate merupakan modus baru dalam peredaran narkoba yang ditemukan di wilayah hukum Polresta Banjarmasin.
Etomidate sendiri merupakan obat anestesi yang penggunaannya harus berdasarkan ketentuan medis dan resep dokter. Polisi kini melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bukti yang diamankan untuk memastikan kandungan dan status hukumnya.
Kapolresta Banjarmasin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku maupun jaringan peredaran narkoba di Kota Banjarmasin.
“Pengungkapan pod getar bernarkoba ini yang pertama di Kota Banjarmasin. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat, ‘Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan’ dan memberantas peredaran narkoba. Jangan ragu untuk melaporkan kepada kami,” tegasnya.
Polresta Banjarmasin juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba, khususnya terhadap modus-modus baru yang menyasar berbagai kalangan.
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari komitmen Polresta Banjarmasin dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).@Red







