KENDARI — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., memimpin apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Apel gelar pasukan tersebut berlangsung di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Selasa (11/8/2026), dengan melibatkan personel gabungan dari sejumlah instansi terkait.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Dinas Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultra.
Sebanyak 631 personel gabungan disiagakan dalam rangka mendukung kesiapsiagaan dan penanganan potensi karhutla di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi potensi karhutla.
Menurutnya, kesiapsiagaan diperlukan agar setiap unsur yang terlibat dapat bergerak secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Kapolda mengatakan, berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, terdapat tujuh titik rawan yang tersebar di empat kabupaten dan berpotensi mengalami karhutla.
Titik rawan tersebut masing-masing berada di Kabupaten Bombana sebanyak dua titik, Kabupaten Kolaka Utara satu titik, Kabupaten Konawe Utara satu titik, dan Kabupaten Konawe Selatan sebanyak tiga titik.
Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Kesiapsiagaan menghadapi karhutla, kata Kapolda, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan deteksi dini.
Karena itu, sinergi lintas sektoral dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Setiap instansi memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya, baik dalam pemantauan kondisi wilayah, pencegahan, penanganan kebakaran, maupun upaya penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.
Dengan pelibatan ratusan personel serta dukungan berbagai instansi, kesiapan penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan terukur.
Selain kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana juga menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan di lapangan. Hal tersebut diperlukan mengingat kondisi geografis dan karakteristik wilayah rawan kebakaran dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.
Apel gelar pasukan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di Sulawesi Tenggara.
Dengan adanya pemetaan wilayah rawan dan kesiapan personel gabungan, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipasi sejak dini guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Polda Sultra bersama instansi terkait juga diharapkan terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi potensi karhutla, sehingga setiap kejadian dapat direspon sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing.@Saimin.







