POLRI

Kapolda Jabar Minta Ditressiber Proaktif Tangani Isu Digital

0
×

Kapolda Jabar Minta Ditressiber Proaktif Tangani Isu Digital

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

BANDUNGDi era ketika konten bisa viral dalam hitungan detik, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan tak ingin jajarannya hanya jadi penonton yang bereaksi lambat. Ia meminta Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditressiber) Polda Jabar untuk proaktif  tak menunggu badai datang, tapi memetakan awan gelap di langit digital sejak dini.

Dalam arahannya, Senin (7/7/2025), Rudi menyampaikan bahwa ruang digital sudah berkembang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. “Kita tidak boleh sekadar responsif terhadap isu viral. Kita harus jadi penjaga gerbang informasi, dengan patroli rutin dan analisa sosial media yang mendalam,” tegasnya.

550x300

Tak hanya sekadar imbauan, instruksi itu juga dibarengi penguatan infrastruktur dan SDM. Personel dengan latar belakang Bakomsus (Bintara Kompetensi Khusus) diminta untuk diprioritaskan masuk ke unit Siber. Sementara itu, Ditressiber telah dibekali dengan berbagai alat material khusus (almatsus) mulai dari perangkat surveillance hingga pelacak siber canggih.

Namun Rudi tak ingin alat sekadar jadi pajangan. “Almatsus bukan sekadar simbol modernisasi, tapi harus dimanfaatkan optimal. Dari alat pemantauan digital sampai kendaraan operasional, semuanya harus digunakan sesuai peruntukan dan dijaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknis. Personel di lapangan wajib mengetahui cara penggunaan dan perawatan setiap peralatan. Bahkan, ia menyoroti soal detail kecil tapi penting: suhu ruangan penyimpanan peralatan canggih itu harus selalu dikontrol agar tetap ideal.

Lebih lanjut, ia melarang keras penerimaan hibah alat dari pihak mana pun apabila tidak memberikan manfaat nyata. “Jangan sampai almatsus kita jadi museum teknologi,” sindir Rudi dengan nada serius.

Tak berhenti di situ, Kapolda juga mendorong budaya belajar berkelanjutan di tubuh Ditressiber. Pelatihan, baik secara daring maupun luring, harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam rutinitas.

“Kejahatan digital terus berevolusi. Kalau kita tidak belajar dan beradaptasi, kita akan tertinggal. Maka jangan tunggu viral  jemput masalah dari hulu, selesaikan sebelum jadi tsunami informasi,” pungkasnya.#Tgk Sultan

error: mediapolri.id