MANADO – Kabidhumas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Alamsyah Hasibuan mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kepolisian, khususnya menyusul adanya mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Polri.
Alamsyah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan tertentu yang mengatasnamakan pejabat Polri, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang atau bantuan dana.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan, telepon, maupun permintaan tertentu yang mengatasnamakan pejabat Polri, khususnya yang berkaitan dengan permintaan uang atau bantuan dana,” kata Alamsyah, Selasa (2/9/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu kebenaran setiap informasi yang diterima melalui sumber resmi kepolisian.
“Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui sumber resmi,” imbaunya.
Ia menegaskan, pengecekan dan konfirmasi penting dilakukan apabila masyarakat menerima informasi atau permintaan yang mencurigakan. Hal ini untuk mencegah warga menjadi korban penipuan dengan modus memanfaatkan nama pejabat, terlebih setelah adanya pergantian atau mutasi jabatan di tubuh Polri.
Alamsyah juga meminta masyarakat tidak langsung memenuhi permintaan dana sebelum memastikan identitas pihak yang menghubungi serta kebenaran informasi yang disampaikan.
“Apabila menemukan adanya indikasi pencatutan nama pejabat untuk kepentingan tertentu, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui kanal komunikasi resmi kepolisian 110 atau mendatangi langsung kantor kepolisian terdekat,” katanya.
Polda Sulut mengajak masyarakat lebih waspada dan tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat kepolisian sebelum dilakukan verifikasi melalui saluran resmi.@Red







