PADANG – Peristiwa dugaan peluru nyasar yang mengenai dua mahasiswa terjadi di depan Kantor Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.20 WIB, kemaren.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban yang mengalami luka akibat insiden tersebut adalah Guruh Guwino (23), mahasiswa yang berdomisili di Jalan Puti Bungsu No. 25, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, serta Nova Wirasakti.
Menurut keterangan saksi Bayu (42), petugas keamanan UNP, sekitar pukul 17.00 WIB kedua korban sedang duduk di depan lapangan Rektorat UNP. Tiba-tiba keduanya mengalami luka yang diduga akibat terkena peluru nyasar.
Akibat kejadian tersebut, Guruh Guwino mengalami luka pada bagian pergelangan tangan, sedangkan Nova Wirasakti mengalami luka pada bagian paha. Keduanya kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan perawatan medis.
Mendapat informasi mengenai kejadian itu, personel piket Polsek Padang Utara yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Aiptu Eja Basri, SH langsung mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit tempat korban dirawat.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, saat personel kepolisian berupaya mendekati korban di rumah sakit untuk melakukan pendataan dan penyelidikan awal, mereka disebut mendapat larangan dari pihak yang mengatasnamakan TNI AD. Personel Polsek diminta untuk tidak ikut campur dan meninggalkan lokasi dengan alasan permasalahan tersebut akan diselesaikan secara kondusif.
Tidak hanya itu, ketika petugas kepolisian mencoba mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di depan Rektorat UNP, akses menuju lokasi juga disebut dijaga oleh anggota Provost Batalyon 133 yang tidak mengizinkan personel kepolisian memasuki area tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti asal peluru yang mengenai kedua mahasiswa tersebut. Pihak berwenang masih diharapkan memberikan penjelasan resmi terkait kronologi lengkap dan sumber peluru yang menyebabkan kedua korban mengalami luka.
Sementara itu, kondisi kedua korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina. Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diungkap secara transparan guna memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat.@Red







