POLRI

Di Tengah Ancaman Narkoba, Polsek Pantai Labu Dapat Penghargaan dari KOMNAS Perlindungan Anak

0
×

Di Tengah Ancaman Narkoba, Polsek Pantai Labu Dapat Penghargaan dari KOMNAS Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG – Suasana haru dan penuh apresiasi menyelimuti Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, saat Komnas Perlindungan Anak (PA) memberikan penghargaan khusus kepada Polsek Pantai Labu atas kepeduliannya melindungi anak-anak dan guru tahfiz Qur’an di tengah isu dugaan peredaran narkoba.

Penghargaan itu diserahkan langsung Ketua Umum KOMNAS PA Pusat, Agustinus Sirait, saat berkunjung ke Desa Rantau Panjang, Jumat (15/5/2026), menyusul viralnya keresahan warga terkait dugaan aktivitas narkoba di lingkungan mereka.

550x300

Berbeda dari kunjungan formal pada umumnya, kedatangan Agustinus justru dipenuhi dialog hangat bersama warga, aparat desa, hingga guru tahfiz yang selama ini berani bersuara demi menyelamatkan anak-anak dari ancaman narkotika.

Di tengah kondisi yang disebut sempat mencekam akibat adanya intimidasi terhadap warga yang vokal, Polsek Pantai Labu dinilai hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga pelindung masyarakat kecil.

“Kami melihat bagaimana polisi di sini benar-benar hadir menjaga masyarakat dan memberikan rasa aman kepada guru tahfiz serta anak-anak,” ujar Agustinus Sirait.

Penghargaan tersebut diberikan karena jajaran Polsek Pantai Labu dianggap sigap memberikan pengamanan kepada guru tahfiz Qur’an yang disebut mendapat tekanan setelah mengungkap dugaan peredaran narkoba di lingkungannya.

Sosok guru tahfiz yang dimaksud adalah Ustazah Halimah Tun, yang sebelumnya viral karena keberaniannya menyuarakan keresahan warga terkait bahaya narkoba di sekitar rumah tahfiz.

Bagi warga setempat, keberadaan polisi yang aktif menjaga keamanan membuat mereka merasa tidak sendirian menghadapi situasi tersebut.

Kapolsek Pantai Labu, , mengatakan penghargaan itu bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk seluruh personel yang bekerja menjaga keamanan masyarakat tanpa mengenal waktu.

“Kami siaga 24 jam untuk keselamatan ustazah dan masyarakat. Tidak ada ruang bagi bandar narkoba di wilayah kami,” tegasnya.

Menariknya, penghargaan dari KOMNAS PA ini menjadi simbol bahwa perjuangan melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan kerja bersama antara masyarakat, tokoh agama, dan kepolisian.

Di sebuah desa kecil di Pantai Labu, keberanian seorang guru tahfiz dan dukungan polisi kini menjadi cerita tentang perlawanan demi menjaga masa depan anak-anak.@Yan

error: mediapolri.id