POLRI

Viral Lawan Narkoba dari Rumah Tahfidz, Guru Ngaji di Pantai Labu Didatangi Ketua Umum KOMNAS PA

0
×

Viral Lawan Narkoba dari Rumah Tahfidz, Guru Ngaji di Pantai Labu Didatangi Ketua Umum KOMNAS PA

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG – Sebuah rumah tahfidz di Dusun II Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi santrinya, melainkan karena keberanian seorang guru ngaji melawan dugaan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

Adalah Halimatu Sakdiah, pengelola rumah tahfidz sekaligus pembina anak-anak desa, yang nekat bersuara setelah merasa resah dengan dugaan maraknya transaksi narkoba di sekitar lingkungan tempat belajar mengaji.

550x300

Aksi keberaniannya viral di media sosial usai unggahan akun Facebook Aishwa Nahla Nahla menyebarkan video dan keluhan warga terkait situasi tersebut. Tak butuh waktu lama, perhatian publik pun mengarah ke Pantai Labu.

Yang tak disangka, viralnya kasus itu membuat Ketua Umum , , langsung terbang dari Jakarta menuju Deli Serdang untuk menemui Halimatu Sakdiah secara langsung, Kamis (14/5/2026).

Di tengah suasana sederhana rumah tahfidz, Agustinus memberikan apresiasi khusus kepada sang guru ngaji yang dinilai berani berdiri di garis depan demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

“Keberanian seperti ini jarang dimiliki semua orang. Ibu Halimatu bukan hanya mengajar mengaji, tapi juga menjaga masa depan anak-anak,” ujar Agustinus.

Kunjungan itu turut didampingi aparat kepolisian, di antaranya Kanit Idik II Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Iptu Suyadi, S.H., M.H., dan Kapolsek Pantai Labu Ipda Iralfat Yaroni Dachi, S.H.

Menariknya, rumah tahfidz yang biasanya dipenuhi lantunan ayat suci kini juga menjadi simbol perlawanan warga terhadap bahaya narkotika.

Halimatu mengaku dirinya hanya ingin anak-anak di desanya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan jauh dari pengaruh narkoba.

“Saya tidak ingin anak-anak kehilangan masa depan hanya karena lingkungan mereka rusak oleh narkoba,” katanya lirih.

Sebagai bentuk penghargaan, Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi khusus kepada Halimatu Sakdiah atas keberaniannya menyuarakan keresahan masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan akan terus mengawal keamanan di wilayah tersebut. Bahkan Kapolsek Pantai Labu menegaskan tidak ada tempat bagi bandar narkoba di wilayah hukumnya.

“Kami siaga 24 jam. Keselamatan masyarakat, termasuk ustazah, menjadi prioritas kami,” tegas Ipda Iralfat Yaroni Dachi.

Kasus ini pun menjadi perhatian luas karena memperlihatkan bagaimana seorang guru ngaji dari desa kecil mampu menggugah perhatian nasional hanya lewat keberaniannya melawan ancaman narkoba demi melindungi anak-anak di sekitar rumah tahfidz.@Yan

error: mediapolri.id