POLRI

AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo: 80 Persen Kasus di Dharmasraya Tuntas Selama April

0
×

AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo: 80 Persen Kasus di Dharmasraya Tuntas Selama April

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA — Angka bukan sekadar statistik di Mapolres Dharmasraya, Senin (4/5/2026). Di balik deretan data yang dipaparkan dalam konferensi pers pukul 09.30 WIB, tersimpan potret dinamika keamanan daerah selama April 2026 tentang upaya, tantangan, hingga harapan.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, S.I.K., M.A.P., memaparkan capaian kinerja didampingi pejabat utama. Hasilnya cukup mencolok: dari 70 laporan polisi, sebanyak 56 kasus berhasil dituntaskan. Artinya, sekitar 80 persen perkara menemukan ujungnya.

550x300

“Situasi kamtibmas relatif kondusif. Namun, ini tetap membutuhkan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya soal penyelesaian, tren kriminalitas juga menunjukkan penurunan. Dibandingkan April tahun lalu, angka kejahatan berkurang delapan kasus. Meski demikian, jenis kejahatan konvensional masih mendominasi—mulai dari pencurian biasa, curanmor, hingga penyalahgunaan narkoba.

Di lini pemberantasan narkotika, Satresnarkoba menangani 8 kasus dengan 13 tersangka. Barang bukti yang diamankan mencapai 21,57 gram sabu dan 1,01 gram ganja. Jalur peredaran pun tak lagi lokal, melainkan merambah lintas daerah seperti Pekanbaru dan kawasan perbatasan.

Sementara itu, Satreskrim mencatat 62 kasus kriminal dengan 50 di antaranya berhasil diselesaikan persentase yang bahkan sedikit lebih tinggi, yakni 80,65 persen. Salah satu kasus menonjol mengungkap modus penipuan bermedia sosial: pelaku berpura-pura meminjam sepeda motor, lalu menjualnya tanpa jejak.

Di jalan raya, cerita berbeda tersaji. Selama April, terjadi lima kecelakaan lalu lintas. Satu nyawa melayang, dengan kerugian material mencapai Rp5,6 juta. Tingginya aktivitas kendaraan dan kondisi jalan menjadi faktor pemicu utama.

Ke depan, Polres Dharmasraya tak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Pembentukan relawan anti-narkoba, patroli bersama Bhabinkamtibmas, hingga sinergi dengan pemerintah nagari dan tokoh masyarakat menjadi strategi yang disiapkan.

Penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) pun tetap berjalan, dengan pendekatan tegas namun persuasif. Masyarakat didorong untuk menempuh jalur legal sesuai aturan.

Di sektor lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan dan penambahan rambu di titik rawan menjadi perhatian. Edukasi keselamatan berkendara juga akan terus digencarkan.

Bagi Kapolres, konferensi pers ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud keterbukaan kepada publik. Peran media pun dinilai krusial sebagai pengawas sosial.

“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Di Dharmasraya, angka-angka itu akhirnya berbicara: tentang kerja keras aparat, sekaligus tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga rasa aman yang tak ternilai.@Red

error: mediapolri.id