SURABAYA – Tak banyak yang tahu, bahwa dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, tepatnya 21 Agustus 1945, sejarah besar lahir di Kota Pahlawan. Dari Surabaya, seorang perwira muda bernama Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin berdiri di garis depan, memproklamasikan lahirnya Polisi Republik Indonesia.
Dengan keberanian luar biasa, Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) yang dipimpinnya bukan sekadar pasukan pengaman, tetapi menjadi ujung tombak pertempuran melawan ancaman kembalinya penjajah. Di bawah bendera merah putih yang baru saja berkibar, mereka mengukir jejak sebagai “Polisi Pejuang”.
Semangat itulah yang akhirnya diabadikan pada 2024, ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Perjuangan Polri. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024 dan diperkuat dengan Keputusan Kapolri Nomor KEP/1325/VII/2024 tentang tata upacara resmi.
Menariknya, gagasan memperingati momen ini sebenarnya sudah muncul sejak 2010, digagas oleh Komjen Pol (Purn) Arif Wachyunadi. Ia mendorong agar sejarah kepahlawanan Polisi tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan lewat diskusi, sarasehan, dan riset sejarah.
Pengakuan semakin kuat ketika pemerintah menetapkan Moehammad Jasin sebagai Pahlawan Nasional pada 2015, menjadikannya figur simbolis lahir.@Red







