POLRI

Polda Bali Bangun “Benteng Digital”, Gandeng Komunitas Jadi Garda Terdepan Lawan Radikalisme Online

0
×

Polda Bali Bangun “Benteng Digital”, Gandeng Komunitas Jadi Garda Terdepan Lawan Radikalisme Online

Sebarkan artikel ini

DENPASAR – Ancaman radikalisme kini tak lagi hanya hadir di ruang fisik, tetapi juga merambah dunia digital yang setiap hari digunakan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Polda Bali menggandeng berbagai komunitas untuk membangun “Benteng Digital” sebagai upaya memperkuat pertahanan bersama dalam menangkal penyebaran paham radikal di media sosial.

Kegiatan bertajuk “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali” ini digelar di Gedung Rupatama Polda Bali dan diikuti peserta dari berbagai komunitas di kabupaten/kota se-Bali.

550x300

Dir Binmas Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dua sisi yang tidak bisa dipisahkan: kemudahan akses informasi sekaligus potensi ancaman penyebaran paham radikal, hoaks, dan ujaran kebencian.

“Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun di balik manfaatnya, terdapat ancaman serius yang harus diwaspadai bersama, terutama penyebaran paham radikal melalui media sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok tertentu kini semakin aktif memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan propaganda dan memengaruhi pengguna internet yang kurang kritis, terutama kalangan muda.

Karena itu, Polda Bali menilai keterlibatan komunitas menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan sosial di ruang digital. Komunitas dinilai mampu menjadi agen penyebar nilai positif di tengah masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Komunitas adalah mitra strategis sekaligus ujung tombak dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan aman,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Bali juga memperkenalkan konsep “Benteng Digital” yang berisi tiga langkah sederhana namun efektif bagi masyarakat:

Pertama, saring sebelum sharing, memastikan setiap informasi yang diterima telah diverifikasi kebenarannya.
Kedua, lawan hoaks dengan konten positif, dengan memperbanyak pesan toleransi, persatuan, dan budaya lokal di media sosial.
Ketiga, segera melapor, jika menemukan akun atau konten yang mengarah pada penyebaran paham radikal atau mengganggu keamanan.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga diisi dialog interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai cara menangkal informasi menyesatkan hingga peran komunitas dalam menjaga keamanan digital di lingkungan masing-masing.

Polda Bali menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, literasi masyarakat menjadi benteng utama untuk menjaga stabilitas keamanan. Hal ini juga penting mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia yang sangat bergantung pada citra keamanan dan kenyamanan.

“Keamanan adalah fondasi utama Bali. Jika ruang digital kita sehat, maka stabilitas sosial dan ekonomi juga akan ikut terjaga,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara Polri dan komunitas, Polda Bali berharap “Benteng Digital” ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama dalam menjaga dunia maya tetap aman, damai, dan bebas dari paham radikal.@Red

error: mediapolri.id