POLRI

Belum Tuntas Membangun Nagari, Jahidir Kembali Maju di Pilwana Salibutan

0
×

Belum Tuntas Membangun Nagari, Jahidir Kembali Maju di Pilwana Salibutan

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman – Meski usia tidak lagi muda dan secara ekonomi telah tergolong mapan, semangat Jahidir untuk membangun Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, tetap menyala. Mantan Wali Nagari tersebut kembali maju dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) untuk melanjutkan sejumlah program pembangunan yang dinilainya masih belum tuntas.

Pada Pilwana kali ini, hanya dua kandidat yang maju memperebutkan kursi Wali Nagari Salibutan. Kondisi tersebut berbeda dengan pemilihan sebelumnya yang diikuti lima calon. Menurut Jahidir, suasana kontestasi kali ini terasa lebih sederhana, namun dirinya tetap optimistis mampu meraih dukungan mayoritas masyarakat.

550x300

“Ya, memang hanya dua orang yang mencalonkan diri di Nagari Salibutan saat ini dan terasa lebih sepi. Namun saya optimistis bisa meraih sekitar 70 persen suara dalam Pilwana ini,” ujarnya.

Nagari Salibutan merupakan satu dari sembilan nagari di Kecamatan Lubuk Alung dan memiliki jumlah pemilih paling sedikit, yakni sekitar 700 orang. Nagari ini terdiri dari empat korong, yaitu Korong Lipek Pageh, Kampung Alai, Gamaran, dan Korong Lubuk Munti.

Dalam delapan tahun terakhir, Jahidir dinilai berhasil meletakkan fondasi pembangunan nagari. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam berdirinya Nagari Salibutan setelah pemekaran wilayah.

Sebelum menjadi Wali Nagari pertama Salibutan, Jahidir pernah menjabat sebagai Wali Korong Salibutan, perangkat Nagari Lubuk Alung, hingga menjadi Kepala Desa Salibutan terakhir sebelum sistem pemerintahan nagari diberlakukan. Pengalamannya yang panjang membuatnya sangat memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Kepercayaan masyarakat terhadap Jahidir pun dinilai masih cukup tinggi. Banyak warga berharap dirinya dapat kembali memimpin untuk menyelesaikan berbagai program yang belum terealisasi, termasuk pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana, seperti putusnya Jembatan Kayu Gadang, amblasnya jembatan di Bukik Lubuk Alung, serta terputusnya akses jalan menuju Pasie Laweh.

Selain berkiprah di pemerintahan nagari, Jahidir juga memiliki usaha perkebunan yang menjadi sumber penghasilannya. Ia mengelola sekitar lima hektare lahan yang ditanami kelapa sawit, pisang, dan pinang di beberapa lokasi berbeda.

“Kalau hanya mengandalkan gaji wali nagari tentu tidak cukup. Saya memiliki kendaraan dan penghasilan sendiri dari hasil berkebun. Karena masih ada pekerjaan lama yang belum selesai, saya memutuskan maju kembali untuk melanjutkan pembangunan Nagari Salibutan,” tegasnya.

Dengan pengalaman panjang dan semangat yang masih kuat, Jahidir berharap dapat kembali mendapat amanah dari masyarakat untuk membawa Nagari Salibutan menuju kemajuan yang lebih baik. (Ajie)

error: mediapolri.id