POLRES KLUNGKUNG – Ada yang berbeda dalam apel jam pimpinan yang dipimpin Kapolres Klungkung, AKBP Mikael Hutabarat, Senin (27/4). Bukan sekadar rutinitas barisan dan arahan formal, apel kali ini justru menyoroti satu hal yang kian relevan di era modern: etika bermedia sosial.
Di tengah suasana pagi di Lapangan Apel Polres Klungkung, pesan Kapolres terasa lebih “kekinian”. Ia tidak hanya membahas situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, tetapi juga mengingatkan personel agar bijak dalam berselancar di dunia digital sebuah isu yang jarang menjadi sorotan utama dalam apel formal.
“Seragam boleh sama, tapi jejak digital setiap personel berbeda,” kira-kira itulah pesan tersirat yang ingin ditegaskan. Kapolres mengingatkan agar setiap anggota tidak sembarangan mengunggah atau berkomentar di media sosial, terlebih jika keluar dari koridor tugas kepolisian.
Menariknya lagi, perhatian juga diberikan pada pola pembinaan internal. Kapolres secara tegas mendorong para senior untuk membimbing personel muda dengan pendekatan humanis tanpa kekerasan. Sebuah penegasan yang memberi warna baru dalam budaya kepemimpinan di lingkungan kepolisian.
Tak hanya itu, kawasan Jembatan Merah pun ikut “naik panggung” dalam apel ini. Lokasi tersebut disebut secara khusus sebagai titik yang harus terus dipantau melalui patroli intensif, menunjukkan bahwa perhatian terhadap detail wilayah tetap menjadi prioritas.
Di akhir arahannya, Kapolres mengingatkan kesiapan menghadapi kunjungan tim Zona Integritas Mabes Polri. Namun, alih-alih terdengar seperti tekanan, pesan itu justru dibalut dengan semangat pembenahan dan kebanggaan institusi.
Apel ini menjadi bukti bahwa di balik barisan rapi dan komando tegas, ada perubahan cara pandang: polisi tak hanya dituntut profesional di lapangan, tetapi juga cerdas dan beretika di ruang digital. Sebuah sentuhan kecil yang membuat apel pagi kali ini terasa lebih “hidup” dan relevan dengan zaman.@Red







