DENPASAR – Menjelang periode rawan gejolak harga, Satgas Pangan gabungan Polda Bali bersama lintas instansi turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras. Tiga lokasi menjadi sasaran pengecekan pada Senin (8/12/2025): Pasar Kreneng, Pasar Nanggelan, dan Toko Ayu Nadi.
Sejak pagi, tim melakukan penyisiran di Pasar Kreneng. Satu per satu kios pedagang beras didatangani, mulai dari mengecek harga jual, melihat stok di lapak, hingga mencocokkan nota pembelian dari distributor. Para pedagang bersikap kooperatif, dan hasil pengecekan menunjukkan seluruh harga masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Situasi serupa ditemukan di Pasar Nanggelan. Tim kembali menelusuri sejumlah pedagang, memeriksa daftar harga, serta memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga. Transparansi pedagang dinilai sangat baik, dan Satgas tak menemukan satu pun indikasi pelanggaran.
Pengecekan terakhir dilakukan di Toko Ayu Nadi, toko beras yang cukup dikenal masyarakat setempat. Pemeriksaan berjalan ketat—jenis beras, harga per kilogram, hingga stok gudang. Hasilnya konsisten: seluruh penjualan sesuai HET dan stok dalam keadaan aman.
Dari seluruh rangkaian penyisiran, Satgas Pangan memastikan bahwa harga beras di wilayah tersebut terkendali, pasokan stabil, serta distribusi berjalan lancar. Tidak ada indikasi kenaikan harga yang tidak wajar maupun tindakan merugikan konsumen.
Satgas mengimbau para pedagang agar terus menjaga keterbukaan informasi harga, sementara masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan mengingat stok beras berada dalam kondisi aman.@Red







