BALANGAN – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Desa Marajai RT 01, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.
Rumah milik Bujing (60), seorang warga setempat, tersebut terbuat dari kayu. Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang warga bernama Huhun yang sedang dalam perjalanan menuju kegiatan Aruh Adat di Desa Marajai. Saat melintas, Huhun melihat kobaran api berasal dari rumah Bujing.
Melihat api sudah membesar, Huhun kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena saat kebakaran terjadi, Bujing sedang berada di dalam rumah dalam kondisi berbaring karena sakit.
Tak lama kemudian, anak korban, Salang, tiba dari arah belakang rumah melalui bagian dapur. Salang langsung masuk ke dalam rumah dan berupaya menyelamatkan ibunya.
Upaya tersebut berhasil. Bujing berhasil dievakuasi keluar dari rumah dalam keadaan selamat.
Sementara itu, warga yang berdatangan langsung bergotong royong melakukan pemadaman. Namun, bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
Proses pemadaman kemudian dilanjutkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kecamatan Halong bersama petugas gabungan dan masyarakat. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Pemilik rumah berhasil diselamatkan meski mengalami kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Rumah milik Bujing mengalami kerusakan total atau sekitar 100 persen. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penanganan dan pendalaman pihak terkait.
Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan sumber api maupun peralatan yang berpotensi memicu kebakaran benar-benar dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.@Red







