LAMPUNG – Praktik gelap pengoplosan dan penimbunan BBM subsidi jenis solar di Lampung akhirnya terbongkar. Bisnis ilegal bernilai ratusan miliar rupiah itu beroperasi rapi di balik gudang tersembunyi hingga jalur distribusi laut.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap tiga titik lokasi yang menjadi pusat aktivitas “solar siluman” tersebut. Dari penggerebekan itu, aparat mengamankan total 203 ton solar ilegal beserta puluhan pekerja yang terlibat.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menyebut lokasi pertama berada di gudang milik seorang berinisial H yang telah beroperasi sekitar enam bulan. Di tempat ini, petugas menemukan 26 pekerja serta 26 ton minyak cong yang telah melalui proses bleaching sebelum dicampur dengan solar subsidi.
“Selain itu, kami juga menyita tiga kapal yang digunakan untuk distribusi melalui jalur laut,” ungkap Helfi, Kamis (9/4/2026).
Tak jauh dari lokasi pertama, polisi menemukan gudang kedua yang diduga telah beroperasi sejak 2024. Tempat ini menjadi pusat pengolahan sekaligus penampungan solar hasil “pengecoran” dari berbagai SPBU di wilayah pinggiran Bandar Lampung dan Pesawaran.
Di lokasi tersebut, aparat mengamankan 168 ribu liter solar yang tersimpan dalam ratusan tandon, serta enam pekerja.
Sementara di titik ketiga, yang masih didalami kepemilikannya, ditemukan sekitar 9.000 liter solar ilegal siap edar.
Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Rusyaman, mengungkap skala operasi ini tergolong masif. Dalam satu minggu, produksi mencapai 203 ton, atau sekitar 812 ton per bulan.
“Kalau ditarik sejak awal 2024, total produksi diperkirakan tembus 29 ribu ton,” jelasnya.
Dengan selisih harga antara solar subsidi dan industri sebesar Rp5.500 per liter, praktik ini diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp160,7 miliar.
Lebih memprihatinkan, solar subsidi yang diselewengkan diduga berasal dari jatah nelayan.
Kasus ini kini terus dikembangkan untuk membongkar aktor utama di balik jaringan “mafia solar” yang bermain dari darat hingga laut di wilayah Lampung.@Red








