System Maintenance Media Polri
Saat ini server mediapolri.id sedang dalam proses maintenance dan perbaikan sistem untuk meningkatkan stabilitas, keamanan, serta kualitas layanan. Selama proses perbaikan berlangsung, beberapa layanan atau akses website mungkin mengalami gangguan sementara. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tim teknis sedang melakukan perbaikan dan akan mengembalikan layanan secepat mungkin. Terima kasih atas kesabarannya. mediapolri.id – Profesional & Terpercaya.
POLRI

Polda Aceh Bongkar Hoaks Catut Nama AKBP Zainuddin, Foto Diduga Hasil Rekayasa AI

0
×

Polda Aceh Bongkar Hoaks Catut Nama AKBP Zainuddin, Foto Diduga Hasil Rekayasa AI

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH – Narasi provokatif yang beredar di sejumlah grup WhatsApp masyarakat dengan mencatut nama salah satu perwira menengah (Pamen) Polda Aceh, AKBP Zainuddin, dipastikan sebagai informasi palsu atau hoaks.

Narasi tersebut beredar dalam bentuk tulisan huruf kapital dan menuding TNI sebagai pihak yang menjadi biang kerok kisruh politik di Aceh. Pesan itu juga dilengkapi foto serta nomor kontak yang diklaim sebagai milik AKBP Zainuddin.

550x300

Kabidhumas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menegaskan, AKBP Zainuddin telah memberikan klarifikasi kepada Paminal terkait informasi tersebut.

“AKBP Zainuddin telah memberikan klarifikasi kepada Paminal bahwa narasi maupun foto yang beredar tersebut tidak benar dan bukan dibuat olehnya,” ujar Joko dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Tak hanya narasinya, foto yang digunakan dalam pesan tersebut juga diduga merupakan hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Joko, dugaan tersebut terlihat dari sejumlah ketidaksesuaian pada atribut dan seragam yang dikenakan dalam foto. Salah satunya terdapat pada penempatan tulisan “POLRI” pada seragam yang digunakan.

“Foto yang digunakan merupakan produk AI. Seragamnya pun tidak sesuai dengan aturan Polri. Pada seragam PDH yang digunakan terdapat ketidaksesuaian penempatan tulisan POLRI, yang seharusnya digunakan pada seragam PDL. Selain itu, tanda pangkat yang digunakan juga tidak sesuai. Jadi, informasi tersebut dipastikan hoaks,” jelasnya.

Polda Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Terlebih, konten yang mencatut nama pejabat atau institusi tertentu dapat memicu keresahan apabila disebarluaskan tanpa verifikasi.

Joko meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Apabila menemukan informasi yang diduga mengandung hoaks atau pencatutan nama pihak tertentu, masyarakat diharapkan melakukan konfirmasi kepada sumber resmi serta tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Polda Aceh berharap masyarakat semakin bijak bermedia sosial dan bersama-sama menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Aceh tetap kondusif.@Red