Padang Pariaman – Pajak kendaraan bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi urat nadi pembangunan daerah. Semangat inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pendapatan Daerah Sektor Pajak Kendaraan Bermotor yang digelar di Aula Polres Padang Pariaman, Senin (1/9).
Rakor dibuka oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang menegaskan pentingnya optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Menurutnya, dua pos pajak tersebut merupakan tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Semakin tinggi kepatuhan pajak masyarakat, semakin besar manfaat yang kembali ke kas daerah, dan ujungnya kembali untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Bupati.
Namun, ia tak menutup mata terhadap persoalan. Tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan masih rendah, di bawah 61 persen. Hambatan utama berasal dari jarak, biaya, keterbatasan informasi, hingga kondisi ekonomi masyarakat.
Bupati menekankan pentingnya sinergi tripartit: Pemkab, Polres, dan Pemerintah Nagari. Polres, melalui Satlantas dan Bhabinkamtibmas, disebut strategis dalam membantu penertiban, sementara Wali Nagari diharapkan menjadi duta pajak yang mengedukasi masyarakat.
Pemkab pun menyiapkan langkah inovatif. Samsat Keliling, Samsat Nagari, dan layanan pembayaran digital akan diperluas agar membayar pajak semakin mudah dan terjangkau.
“Pajak tak bisa hanya ditegakkan lewat aturan keras. Edukasi, sosialisasi, hingga program pemutihan denda juga penting untuk mengembalikan kepatuhan,” tambah Bupati.
Senada, Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, mengajak seluruh Wali Nagari dan Bhabinkamtibmas untuk aktif mengingatkan masyarakat.
“Tahun 2024 saja, PAD dari pajak kendaraan mencapai sekitar Rp20 miliar. Angka besar ini bisa menjadi energi pembangunan Padang Pariaman. Mari kita jaga dan tingkatkan bersama,” ucap Kapolres.
Sebagai penghargaan, Kapolres menyerahkan apresiasi kepada tiga nagari dengan kepatuhan pajak terbaik: Nagari Kasang, Nagari Katapiang, dan Nagari Sungai Buluah Induk di Kecamatan Batang Anai.
Rakor yang dihadiri Forkopimda, OPD, Camat, dan seluruh Wali Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman ini ditutup dengan pesan optimisme: bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan.@Red







