POLRI

OJK Lampung Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan, Perkuat Edukasi dan Perlindungan Masyarakat

0
×

OJK Lampung Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan, Perkuat Edukasi dan Perlindungan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Lampung dalam rangka memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

Pengukuhan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta memperkuat perlindungan konsumen dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

550x300

Bunda Literasi Keuangan diharapkan mampu menjadi figur inspiratif sekaligus penggerak edukasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk membangun budaya menabung, berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus penipuan keuangan digital.

Sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa pengukuhan tersebut merupakan amanah dalam Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

“Ibu-ibu adalah agent of change yang akan merangkul perempuan, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan bukan hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak,” ujarnya.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, turut mengapresiasi sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN.

Ia mengajak seluruh Bunda Literasi Keuangan untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.

“Budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dikukuhkan Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung bersama para Bunda Literasi Keuangan dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi konsumen, layanan permintaan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait layanan jasa keuangan.

Melalui program ini, OJK berharap Bunda Literasi Keuangan dapat menginisiasi berbagai kegiatan edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.

OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.@Sella

error: mediapolri.id