POLRI

Harmoni Sekala dan Niskala: Polda Bali Sucikan Pataka di Pura Campuhan Windu Segara Jelang Hari Bhayangkara ke-80

0
×

Harmoni Sekala dan Niskala: Polda Bali Sucikan Pataka di Pura Campuhan Windu Segara Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Sebarkan artikel ini

DENPASAR – Deru ombak Pantai Padanggalak yang berkejaran dengan angin pagi seakan menjadi irama alami yang mengiringi lantunan kidung suci dan denting genta. Di tengah suasana sakral itu, jajaran Polda Bali melaksanakan prosesi Penyucian Pataka di Pura Campuhan Windu Segara, sebuah ritual spiritual yang sarat makna menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Di Bali, pengabdian tidak hanya dimaknai melalui kerja nyata di dunia sekala atau yang tampak. Keseimbangan dengan dunia niskala, melalui doa dan penyucian diri, juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian. Nilai inilah yang tercermin dalam prosesi penyucian Pataka Polda Bali.

550x300

Pataka bukan sekadar panji kebesaran institusi. Di balik kain yang berkibar itu tersimpan simbol kehormatan, semangat juang, jiwa korsa, serta komitmen pengabdian setiap insan Bhayangkara kepada bangsa dan negara.

Menjelang usia pengabdian Polri yang memasuki delapan dekade, Polda Bali memilih memulai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara dengan refleksi spiritual. Sebuah pengingat bahwa kekuatan institusi tidak hanya dibangun melalui profesionalisme dan teknologi, tetapi juga melalui ketulusan hati dan kejernihan batin.

Pemilihan Pura Campuhan Windu Segara bukan tanpa alasan. Pura yang berada di kawasan Padanggalak, Denpasar, ini berdiri di titik pertemuan aliran sungai dengan samudra luas. Dalam filosofi Hindu Bali, campuhan merupakan simbol penyatuan dan peleburan, tempat segala unsur kembali menemukan keseimbangannya.

Melalui percikan tirta suci yang dipuput oleh pemangku, Pataka Polda Bali disucikan sebagai simbol pembersihan dari segala mala atau energi negatif yang mungkin melekat selama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, segala hambatan dan kekurangan dapat dilebur, sehingga langkah pengabdian ke depan menjadi lebih jernih dan bermakna.

Prosesi ini juga menjadi momentum introspeksi bagi seluruh personel Polri. Di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mereka memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Memasuki Hari Bhayangkara ke-80, penyucian Pataka menjadi simbol tekad Polri untuk terus berbenah dan memperkuat pengabdian. Dengan semangat yang disucikan lahir dan batin, Polda Bali berharap dapat semakin profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat dan dicintai oleh masyarakat.

Di antara debur ombak dan kesejukan angin laut pagi itu, terselip doa yang sama: agar Polri di usia ke-80 tetap kokoh menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta mampu menjaga harmoni kehidupan sebagaimana pertemuan sungai dan samudra di Campuhan Windu Segara.@Red

error: mediapolri.id