POLRI

Harga Melonjak, Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan

0
×

Harga Melonjak, Pedagang Daging Sapi di Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG — Suasana berbeda terlihat di kawasan los basahan Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin, 18 Mei 2026. Lapak-lapak daging sapi yang biasanya ramai dipenuhi gantungan daging segar mendadak kosong setelah para pedagang memilih tidak berjualan sejak Minggu, 17 Mei 2026.

Aksi mogok tersebut membuat banyak pembeli kebingungan. Sejumlah warga yang datang untuk membeli daging sapi akhirnya pulang tanpa membawa barang belanjaan atau memilih beralih membeli daging ayam yang harganya dinilai lebih terjangkau.

550x300

Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina, mengaku pihak pengelola belum menerima pemberitahuan resmi terkait alasan para pedagang berhenti berjualan. Namun, ia menduga kondisi itu berkaitan dengan kenaikan harga dari tingkat distribusi atau rumah potong hewan.

“Sejak kemarin seluruh pedagang daging sapi tutup. Tidak ada pemberitahuan resmi ke kantor unit pasar. Informasinya ada kenaikan harga dari pemasok,” ujarnya.

Menurut Yayan, persoalan harga sebenarnya sudah dikeluhkan para pedagang sejak sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Harga modal yang terus meningkat membuat pedagang berada dalam posisi sulit karena mereka khawatir menaikkan harga jual akan membuat pelanggan beralih ke komoditas lain.

Sebelum aksi mogok terjadi, harga daging sapi reguler di Pasar Kosambi berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Sementara untuk daging premium tanpa lemak atau filet mencapai Rp160 ribu per kilogram.

“Pedagang sebenarnya kesulitan menaikkan harga karena takut pembeli kabur,” katanya.

Di Pasar Kosambi sendiri terdapat tujuh pedagang daging sapi yang menempati sekitar sepuluh lapak. Penutupan seluruh lapak itu langsung berdampak pada aktivitas belanja masyarakat.

Salah seorang pengunjung pasar, Sutiah (53), mengaku kecewa karena tidak bisa mendapatkan daging sapi untuk kebutuhan keluarganya. Ia berharap harga daging tidak terus mengalami kenaikan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau memang ada, mahal juga tetap dibeli walaupun berat. Harapannya jangan terus naik,” ucapnya.

Di tengah kelangkaan daging sapi tersebut, sebagian warga memilih beralih membeli daging ayam broiler yang saat ini dijual sekitar Rp38 ribu per kilogram.@Tgk Zunet

error: mediapolri.id