PANTAI LABU – Ketika banjir merendam rumah-rumah di Desa Pantai Labu dan Paluh Sibaji, meninggalkan kecemasan dan kehilangan, sebuah pemandangan penuh kehangatan justru muncul di posko pengungsian. Puluhan anak yang terdampak bencana, meski menggigil oleh dinginnya malam dan terpaksa jauh dari rumah, kembali tersenyum dalam rangkaian kegiatan humanis yang digelar pada Jumat (28/11/2025).
Kapolsek Pantai Labu, Iptu Sujarwo, S.Psi., M.H., bersama Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik SH, dan relawan Bunda Fatimah, datang bukan sekadar membawa bantuan—mereka membawa ketulusan. Tanpa sekat dan tanpa jarak, mereka duduk bersama anak-anak, bermain, bercanda, hingga mencairkan suasana yang sebelumnya dipenuhi kecemasan.
Susu dan roti dibagikan satu per satu, diserahkan dengan sentuhan hangat yang lebih berarti dari sekadar sekotak bantuan. Bagi anak-anak yang sudah berhari-hari tinggal di pengungsian, kehadiran itu menjadi pelipur lara, menghapus sejenak trauma dari derasnya air yang merendam kehidupan mereka.
“Ini bentuk kasih sayang Polri untuk anak-anak korban banjir. Kami ingin mereka tetap tersenyum dan terpenuhi kebutuhan gizinya,” ucap Iptu Sujarwo, matanya berkaca-kaca melihat antusiasme bocah-bocah tersebut.
Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik SH, menegaskan bahwa kunjungan itu bukan hanya simbolis, tetapi komitmen memastikan hak-hak anak tetap terlindungi di tengah bencana. “Anak-anak adalah nyawa masa depan. Tugas kita menjaga mereka tetap kuat menghadapi ujian ini,” katanya.
Di balik tenda pengungsian yang sederhana, kegiatan ini menjadi oase harapan. Di tengah suara hujan dan aroma tanah basah, tawa anak-anak kembali terdengar tanda bahwa cinta dan kepedulian masih tumbuh, bahkan ketika air bah menenggelamkan banyak hal.
Aksi kemanusiaan ini membuktikan bahwa bencana memang mampu merobohkan rumah, tetapi tidak akan pernah memadamkan kepedulian. Dari Pantai Labu, sebuah pesan hangat mengalir: selalu ada pelukan moral yang menunggu, bahkan di tengah banjir sekalipun.@Yan







