BOGOR – Polda Jawa Barat membuat gebrakan baru yang tak hanya menyentuh sisi keamanan, tapi juga hati nurani masyarakat. Dua pos polisi baru yang diresmikan pada Selasa (17/6/2025) di Kabupaten Bogor, diberi nama yang sarat makna dan pesan moral: Pos Hoegeng dan Pos Mayor Soebijanto.
Lokasinya pun tak main-main. Pos Hoegeng berdiri strategis di Simpang Gadog, Megamendung—pintu masuk wisata Puncak yang selalu padat. Sementara Pos Mayor Soebijanto hadir di kawasan elit Sentul, Babakan Madang—jalur yang kerap jadi titik krusial pengamanan.
Namun yang bikin publik berdecak bukan sekadar lokasi, melainkan makna di balik namanya. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyematkan nama-nama itu bukan asal comot. “Keteladanan Hoegeng soal kejujuran dan kesederhanaan harus hidup di setiap insan Bhayangkara,” tegasnya saat peresmian.
Siapa tak kenal Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso? Ia adalah legenda hidup Polri yang tetap dihormati bahkan puluhan tahun setelah pensiun. Tak bisa disuap, tak silau jabatan, dan dikenal membongkar kasus tanpa pandang bulu. Namanya kini abadi di tengah hiruk-pikuk Megamendung, jadi pengingat bahwa kejujuran bukan mitos di tubuh Polri.
Sedangkan Mayor Soebijanto Djodjohadikoesoemo adalah simbol pengorbanan. Pahlawan nasional ini gugur di medan laga demi tegaknya kemerdekaan. Kini namanya diabadikan di wilayah Sentul, menjadi inspirasi bagi anggota Polri untuk tak gentar berkorban demi rakyat.
Kehadiran dua pos ini bukan sekadar tempat nongkrong polisi. Tapi titik harapan masyarakat. Di balik kaca dan temboknya, ada semangat menjaga, melindungi, dan mengayomi.
Peresmian juga dihadiri Bupati Bogor dan perwakilan keluarga almarhum Hoegeng. Keduanya menyambut positif langkah humanis Polri ini.
“Ini bukan hanya pos polisi. Ini monumen hidup nilai-nilai luhur bangsa,” ujar seorang warga Megamendung yang hadir saat peresmian.
Kedua pos ini dirancang sebagai pusat pelayanan yang cepat tanggap, humanis, dan profesional. Lokasinya dipilih agar mudah dijangkau masyarakat, sekaligus sebagai early warning system untuk situasi-situasi darurat di jalur-jalur padat.
Dengan nama besar Hoegeng dan Soebijanto yang melekat, Polri seolah berkata: Kami ingin kembali dipercaya, dan kami mulai dari sini.@tengkuzunet







