POLRI

BNN Genjot Kualitas Layanan Rehabilitasi, Bekali Petugas dengan Pelatihan Kelas Dunia

0
×

BNN Genjot Kualitas Layanan Rehabilitasi, Bekali Petugas dengan Pelatihan Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini

LIDO Dalam upaya memperkuat barisan garda terdepan pemulihan penyalahguna narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelar pelatihan bertaraf internasional bagi para petugas rehabilitasi. Bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara, PPSDM BNN Lido, Jawa Barat, Selasa (8/7) kemaren, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan layanan rehabilitasi pascapandemi.

Mengusung dua modul penting dari Colombo Plan yakni konseling adiksi (UTC 4) dan asesmen klinis (UTC 5) pelatihan ini menyasar 75 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari petugas BNN provinsi dan kota, rumah sakit jiwa mitra, hingga lembaga rehabilitasi masyarakat. Modul internasional ini telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia untuk memastikan pemahaman yang mendalam bagi para peserta.

550x300

Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) Deputi Rehabilitasi BNN, dr. Amrita Devi, M.Si., Sp.KJ., mengungkapkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas pelatihan biasa, melainkan bagian dari agenda besar membangun sistem rehabilitasi nasional yang profesional dan terstandar.

“Sebanyak dua kelas UTC 5 dan satu kelas UTC 4 kita jalankan bersamaan, dengan komposisi peserta yang beragam dari sisi pengalaman dan instansi asal. Ini adalah kekuatan tersendiri dalam membangun jejaring rehabilitasi lintas sektor,” jelas dr. Amrita.

Pelatihan ini sekaligus menjawab kebutuhan pascapandemi, di mana selama hampir dua tahun kegiatan penguatan kapasitas dilakukan secara daring. Kini, dengan metode tatap muka, pembelajaran interaktif dan praktik langsung bisa kembali dimaksimalkan.

Tidak hanya menyasar petugas yang belum pernah mengikuti pelatihan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi petugas baru untuk langsung mendapat bekal komprehensif. Terlebih, berdasarkan pemetaan Direktorat PLRIP akhir 2024 terhadap 400-an petugas, diketahui setengah dari mereka masih membutuhkan peningkatan di bidang konseling, asesmen, dan rencana terapi individual.

“Data ini menjadi alarm sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kapasitas petugas. Tanpa SDM yang kompeten, rehabilitasi bisa kehilangan arah,” tegasnya.

Temuan ini juga senada dengan riset Journal of Substance Abuse Treatment (2022) yang menyatakan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat tergantung pada kualitas intervensi yang diberikan oleh para konselor.

Selain itu, pelatihan ini menjadi jembatan menuju sertifikasi kompetensi yang saat ini menjadi syarat penting bagi lembaga rehabilitasi agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8807:2022. Sertifikasi ini akan memastikan bahwa petugas mampu menangani kasus kompleks dengan pendekatan ilmiah dan profesional.

“Investasi dalam SDM bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan strategis. Rehabilitasi adalah ujung tombak pendekatan kesehatan masyarakat dalam menangani masalah narkotika,” tutup dr. Amrita.

Dengan pelatihan ini, BNN menegaskan komitmennya membangun layanan rehabilitasi nasional yang tidak hanya bersih dari narkoba, tetapi juga bersandar pada standar global — menuju Indonesia yang Bersinar, Bersih Narkoba.@Tgk Sultan

error: mediapolri.id