JAKARTA – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Bareskrim Polri melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/10/2025) bertempat di Aula lantai 9 Bareskrim Polri, di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si., selaku Kasatgas Pangan Polri dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri merupakan bentuk dukungan konkret terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP). Melalui program ini, Polri berperan aktif dalam:
- Menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga beras di masyarakat;
- Memperluas jangkauan distribusi beras SPHP; serta
- Menopang daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
Sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri kepada Kabareskrim Polri selaku Ketua Pengarah Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025, satuan kerja Bareskrim Polri menggelar kegiatan penyaluran dan penjualan beras SPHP melalui program GPM Polri secara langsung kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan GPM Bareskrim Polri di Aula lantai 9, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sejak pagi, ratusan warga antre dengan tertib untuk membeli beras dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hasilnya, dalam waktu hanya dua jam, sebanyak 2.000 paket beras SPHP (masing-masing 5 kilogram) atau setara dengan 10 ton berhasil terjual seluruhnya kepada 2.000 pembeli. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram, lebih rendah dari HET beras medium sebesar Rp12.500 per kilogram.
Selain beras, kegiatan GPM juga menyediakan gula pasir kemasan 1 kilogram seharga Rp17.500 dan minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp15.700.
Tidak hanya di Jakarta, program Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri juga dilaksanakan secara serentak oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.
Kabareskrim Polri telah menginstruksikan seluruh Dirreskrimsus Polda sebagai Kasatgas Pangan Provinsi, serta Kasat Reskrim Polres dan Kanit Reskrim Polsek di seluruh Indonesia untuk melaksanakan kegiatan GPM mulai 27 Agustus hingga akhir Desember 2025.
Berdasarkan data rekapitulasi hingga 30 Oktober 2025, pelaksanaan GPM Polri yang telah berlangsung selama 65 hari berhasil mencatat hasil yang signifikan.
Sebanyak 35.667 titik penyaluran telah melaksanakan kegiatan GPM dengan total 85.719 ton beras SPHP atau 85.719.000 kilogram yang telah disalurkan kepada 19.387.230 masyarakat pembeli di seluruh wilayah Indonesia.
Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret kehadiran Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Melalui GPM, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun mendukung kesejahteraan. Program ini diharapkan mampu menekan potensi inflasi pangan serta memperluas jangkauan distribusi bahan pokok secara merata hingga ke pelosok daerah.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Bareskrim Polri menjadi bukti nyata peran aktif Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan langkah terukur dan sinergi lintas sektor, Polri terus memperkuat perannya sebagai penjaga stabilitas tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam menjaga pangan rakyat agar tetap aman, tersedia, dan terjangkau.@Tgk Zunet









