BANYUMAS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas menggelar Forum Komunikasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahap II, Rabu (13/8/2025), di Daun Kemangi Cafe & Resto. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam melawan ancaman narkoba di wilayah Banyumas.
Dalam kegiatan ini acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Kristian Sugiono, S.H., kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus paparan materi pertama oleh Kepala BNN Kabupaten Banyumas, Kombes Pol. Iwan Irmawan, S.I.K., M.Si. Dalam pemaparannya, Iwan menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak sosial yang ditimbulkannya.
Paparan Materi kedua dibawakan oleh Ketua Tim Pencegahan BNN Kabupaten Banyumas, Wicky Sri Erlangga Adityas, S.Sos., M.Si., yang memaparkan perkembangan kasus narkoba di Banyumas sepanjang tahun 2025. Ia menggarisbawahi perlunya strategi pencegahan berbasis komunitas serta penguatan peran keluarga sebagai benteng utama.
Suasana forum berlangsung hangat namun penuh keseriusan. Para peserta tampak aktif berdiskusi, saling bertukar informasi, dan mengajukan pertanyaan seputar langkah-langkah efektif menekan angka penyalahgunaan narkoba. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, organisasi keagamaan, akademisi, hingga budayawan, menciptakan nuansa kolaborasi yang nyata di ruangan tersebut.
Tidak hanya membahas strategi, forum ini juga menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk menyadari bahwa masalah narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merusak struktur sosial dan masa depan generasi muda. Kesepakatan yang dihasilkan menjadi komitmen bersama untuk terus bergerak, memastikan upaya pencegahan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Forum ini dihadiri perwakilan dari berbagai instansi dan organisasi, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinsospermades, Dinkominfo, DPPKBP3A, Bakesbangpol, Kantor Kemenag, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah, TP PKK, PD Muhammadiyah, PC NU, Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia, Granat, tokoh akademisi, hingga budayawan.
Dari diskusi yang berlangsung, forum merumuskan beberapa poin penting, di antaranya:
* Perlunya komitmen bersama dalam penanganan narkoba secara terpadu.
* Penguatan peran keluarga sebagai garda terdepan melawan narkoba.
* Keberlanjutan program pencegahan melalui penggerakan relawan di masyarakat.
* Menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah upaya menyelamatkan bangsa, yang harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Kegiatan berlangsung produktif, meneguhkan semangat seluruh peserta untuk bergerak bersama menciptakan Banyumas, dan Indonesia, yang bersih dari narkoba.@Red







