KARANGASEM – Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir sebagai narasumber spesial dalam program Podcast KOPLAR yang dipandu oleh host kondang I Ketut Parwata pada Senin (11/5) malam.
Dalam obrolan hangat yang mengalir hingga larut malam tersebut, Kapolres secara eksklusif membedah kasus besar pengungkapan sindikat oplosan gas LPG subsidi antar-provinsi yang baru-baru ini menghebohkan publik. Mengusung judul “Membongkar Mafia Gas Oplosan di Karangasem: Kapolres Buka-bukaan Soal Jaringan dan Pengawasan”, podcast ini menjadi sarana transparansi kepolisian kepada masyarakat.
Di hadapan Ketut Parwata, AKBP I Made Santika menjawab pertanyaan tajam mengenai bagaimana praktik ilegal tersebut bisa berjalan selama 54 hari tanpa terdeteksi. Kapolres menjelaskan secara rinci mengenai modus operandi pelaku, kapasitas produksi harian, hingga jaringan distribusi yang merambah hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami masuk ke detail bagaimana dan potensi keterlibatan pihak lain terus kami telusuri. Ini bukan sekadar penangkapan, tapi evaluasi total terhadap sistem pengawasan distribusi LPG subsidi di lapangan,” ujar Kapolres dalam sesi wawancara tersebut.
Selain membahas aspek hukum dan teknis penyidikan, Kapolres juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi langsung kepada warga Karangasem. Beliau memaparkan ciri-ciri fisik tabung gas oplosan yang patut dicurigai, seperti kondisi segel dan ketidakwajaran harga.
“Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Jika melihat aktivitas mencurigakan, jangan ragu melapor melalui Call Center 110. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” tegasnya.
Podcast yang berlangsung santai namun penuh makna ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran. Acara ditutup dengan komitmen Polres Karangasem untuk terus memperketat koordinasi dengan pihak Pertamina guna menutup celah bagi para mafia gas di masa depan.@Red







