JAKARTA – Sebidang tanah seluas 10.000 meter persegi di jantung Kota Padang kini menjadi simbol harapan baru. Hibah ini bukan sekadar soal lahan, tapi tentang tekad kolektif dalam menyelamatkan generasi dari cengkeraman narkotika.
Pada Selasa (29/4), Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Marthinus Hukom menerima langsung kedatangan Anggota DPR RI Komisi XIII, Arizal Azis, dan Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Riki Yanuarfi, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan secara resmi komitmen hibah tanah untuk pembangunan kantor BNN Provinsi dan pusat rehabilitasi berbasis pesantren.
“Sumatera Barat masuk peringkat keenam nasional dalam peredaran gelap narkotika. Ini paradoks. Di tanah ulama, justru narkoba merajalela. Kita harus melawan ini dengan kekuatan lokal, kolaboratif, dan bermakna,” ungkap Marthinus.
Tak sekadar data dan pidato, Arizal Azis, sebagai putra daerah, datang membawa solusi nyata. Ia menghibahkan tanah miliknya sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kampung halamannya.
“Sebagai orang Minang, saya tidak bisa tinggal diam. Ini bentuk kepedulian untuk keponakan-keponakan kita yang terdampak. Saya mohon izin, kita bangun rumah rehabilitasi berbasis pesantren. Semoga ini jadi jalan pulang bagi mereka yang tersesat,” ujar Arizal penuh haru.
Pusat rehabilitasi ini kelak akan menjadi yang pertama di Sumatera Barat dengan pendekatan berbasis nilai-nilai lokal dan keagamaan. BNN menyambut inisiatif ini dengan penuh apresiasi dan komitmen untuk segera menindaklanjuti secara administratif agar segera terwujud.
Dengan hibah tanah ini, BNN tidak hanya diberi ruang secara fisik, tetapi juga disokong secara moral oleh masyarakat. Sebuah langkah strategis menuju Sumatera Barat yang bersih dari narkoba karena menyelamatkan satu generasi, adalah menyelamatkan masa depan bangsa.@red







