POLRI

Pagelaran Wayang Kulit di Way Kanan, Kakam Tanjung Dalam Angkat Filosofi Semar sebagai Teladan Kepemimpinan

0
×

Pagelaran Wayang Kulit di Way Kanan, Kakam Tanjung Dalam Angkat Filosofi Semar sebagai Teladan Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

WAY KANAN – Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Bangun Budoyo” di Kampung Tanjung Dalam, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rabu (1/7/2026), menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penyampaian pesan moral tentang kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kampung Tanjung Dalam, Iwan Fatra, secara simbolis menyerahkan tokoh wayang Semar kepada dalang Sunarko sebelum pementasan dimulai.

550x300

Acara turut dihadiri Camat Bumi Agung Firdaus, KH Sufandri, para kepala kampung se-Kecamatan Bumi Agung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), aparatur kampung, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi pertunjukan.

Dalam sambutannya, Iwan Fatra menjelaskan bahwa tokoh Semar merupakan simbol rakyat kecil yang sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan. Menurutnya, filosofi “Semar Bangun Budoyo” mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan mengejar kekuasaan.

Ia menuturkan, seorang pemimpin ideal harus memiliki empat karakter utama, yakni asah (saling mengingatkan dalam kebaikan), asih (penuh kasih sayang), asuh (membimbing dengan tulus), serta ngopeni atau memelihara dan menyejahterakan kehidupan masyarakat.

“Pemimpin yang hebat bukanlah mereka yang bergelimang harta atau bertangan besi. Pemimpin yang baik adalah mereka yang sabar, jujur, dan sungguh-sungguh melayani masyarakat,” ujar Iwan Fatra.

Ia juga berharap kesenian wayang kulit dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai media pendidikan karakter. Menurutnya, wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan mampu mendorong kebangkitan budaya sekaligus perekonomian masyarakat.

Di akhir sambutannya, Iwan Fatra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Pemerintah Kecamatan Bumi Agung, BPK, aparatur kampung, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya pagelaran budaya tersebut.

Sementara itu, Camat Bumi Agung, Firdaus, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kampung Tanjung Dalam dalam melestarikan seni budaya melalui pagelaran wayang kulit.

Menurutnya, pertunjukan yang disaksikan langsung masyarakat memiliki nilai yang berbeda dibandingkan tayangan melalui media sosial karena mampu membangun interaksi emosional antara seniman dan penonton.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat. Semoga pagelaran wayang kulit ini membawa manfaat dan dampak positif bagi warga Kampung Tanjung Dalam maupun masyarakat luas,” pungkas Firdaus.@Petrus Sumarno

error: mediapolri.id