JAKARTA – Untuk mengantisipasi maraknya kejahatan jalanan (street crime) seperti pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Polres Metro Jakarta Barat menggelar Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi ini berupa patroli mobile intensif dan razia stasioner yang menyasar titik-titik rawan kriminalitas pada Rabu dini hari (3/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 00.10 WIB hingga 03.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasi TIK Polres Metro Jakarta Barat, AKP Bambang Aryanto, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pamenwas). Ia didampingi oleh Kanit Binmas, IPTU Aris Mulato, S.H., sebagai Perwira Pendamping (Paping).
Sisir Ruas Vital dari Daan Mogot hingga Gajah Mada
Dalam operasinya, tim patroli mobile Polres Jakbar bergerak dinamis menyisir sejumlah ruas jalan utama dan kawasan yang sering menjadi sorotan gangguan kamtibmas. Jangkauan patroli mencakup area luas, mulai dari kawasan Daan Mogot, Grogol, Tomang, Slipi, Kembangan, Cengkareng, Tubagus Angke, Hayam Wuruk, hingga Gajah Mada.
Selain patroli bergerak, petugas juga melaksanakan razia stasioner secara serentak di sembilan titik strategis yang tersebar di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat. Pemeriksaan dilakukan secara selektif terhadap kendaraan dan pengendara yang terlihat mencurigakan.
Fokus Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor
AKP Bambang Aryanto menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan untuk memutus mata rantai kejahatan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
“Kami memfokuskan upaya antisipasi terhadap aksi Curas, Curat, Curanmor, serta tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan kepemilikan senjata tajam. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku potensial dan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Bambang.
Pendekatan Humanis dan Sinergi Warga
Tak hanya melakukan pengawasan represif, personel Polres Jakbar juga mengedepankan pendekatan humanis. Petugas aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada warga yang masih beraktivitas di malam hari, mengajak mereka untuk tetap waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing.
Berdasarkan hasil evaluasi pasca-operasi, kondisi kamtibmas terpantau kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol maupun pelanggaran signifikan selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan mulai membuahkan hasil positif.
Polres Metro Jakarta Barat kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif sebagai “mata dan telinga” kepolisian. Warga dihimbau untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat 110 atau pos polisi terdekat.@Red







