WAY KANAN – Polres Way Kanan Polda Lampung melaksanakan upacara peringati hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 di lapangan apel Mako Polres Way Kanan. Rabu (20/06/2026).
Kegiatan dihadiri Wakapolres Way Kanan Kompol Martono, S.H., M.H, Pejabat Utama, Kapolsek Jajaran, anggota dan ASN Polres Way Kanan
Upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB, dihadapan peserta upacara. Wakapolres Way Kanan Kompol Martono bertindak selaku Inspektur upacara juga dijadwalkan bertugas membacakan teks pancasila.
Dalam upacara, Wapolres Way Kanan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Komunikasi Digital Republik Indonesia bahwa tepat ditanggal 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.
Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertranformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
Secara filosofis, kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yg bersifat mutatis mutandis, yg artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa.
Di bawah kepemimpinannya Presiden Prabowo Subianto, visi kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan.
Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama.
Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.
Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.
Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.@Petrus







