KONAWE – Pemerintah Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, meluncurkan inisiatif “Gerakan Seribu Sehari” untuk pengadaan mobil jenazah. Program ini merupakan wujud komitmen kelurahan dalam memberikan pelayanan sosial yang inovatif dan berbasis gotong royong kepada masyarakat.
Gagasan ini berawal dari perbincangan singkat di Masjid Kelurahan Tumpas antara Bapak Andi Mapatunru dan Ustaz Mawardi. Keduanya menyoroti kesulitan warga dalam menyediakan transportasi jenazah, terutama bagi keluarga berduka yang menghadapi kendala finansial. Ide ini kemudian diangkat dan disambut baik oleh Lurah Tumpas, Bapak Muh. Idris, S.E.
“Mobil jenazah adalah kebutuhan vital yang seringkali terlupakan hingga saat dibutuhkan. Melalui Gerakan Seribu Sehari ini, kami ingin memastikan setiap warga memiliki akses layak dan mudah terhadap fasilitas tersebut,” jelas Lurah Muh. Idris, S.E.
Gerakan Seribu Sehari mengajak warga menyisihkan minimal seribu rupiah setiap hari. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembelian mobil jenazah yang akan beroperasi gratis atau dengan biaya terjangkau. Transparansi menjadi kunci utama, dengan setiap donasi dicatat dan diumumkan secara berkala.
Untuk mengelola program ini, sebuah tim telah dibentuk: Andi Mapatunru sebagai Ketua, Ahmad Syamsul Rizal sebagai Sekretaris, dan Ibu Hj. Harida sebagai Bendahara. Tim ini bertanggung jawab mengelola dana, survei harga, merancang operasional, serta mengedukasi warga.
Respons masyarakat terhadap gerakan ini sangat positif. Warga antusias berpartisipasi, merasakan bahwa kontribusi kecil ini akan membawa dampak besar. Program ini diharapkan dapat mengisi kekosongan fasilitas umum di Kelurahan Tumpas, menjadi teladan bagi wilayah lain di Konawe, dan memperkuat solidaritas sosial. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendorong kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat.@Saimin.







