POLRI

Jumat Curhat di SMAN 2 Denpasar, Ditresnarkoba Polda Bali Tekankan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

0
×

Jumat Curhat di SMAN 2 Denpasar, Ditresnarkoba Polda Bali Tekankan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Sebarkan artikel ini

DENPASAR -– Kepolisian Daerah Bali terus mengintensifkan pelaksanaan program Jumat Curhat sebagai ruang dialog dan edukasi antara Polri dan masyarakat. Kali ini, kegiatan Jumat Curhat digelar oleh Ditresnarkoba Polda Bali bersama siswa-siswi SMAN 2 Denpasar, Jumat (23/1/2026).

Program Jumat Curhat merupakan salah satu inovasi Polri untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang berlandaskan nilai Polri Dharma, yakni Disiplin dan Berintegritas, Humanis, Akuntabel, Responsif, Melayani dengan Hati, serta Adaptif.

550x300

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat—khususnya generasi muda—semakin terbuka dalam menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun permasalahan yang dihadapi, sehingga terbangun kerja sama dan hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ps. Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Bali hadir langsung memberikan penjelasan mengenai makna dan tujuan program Jumat Curhat. Ia menegaskan bahwa Jumat Curhat bukan sekadar forum dialog, namun menjadi sarana membangun kepercayaan publik serta memperkuat peran Polri sebagai mitra masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan arahan mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, yang dinilai sangat penting mengingat pelajar merupakan kelompok rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan.

Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pencegahan narkoba akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama, melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar. Beberapa langkah konkret dan berkelanjutan yang ditekankan antara lain edukasi sejak dini mengenai bahaya narkoba, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler dengan metode yang menarik dan mudah dipahami siswa.

Selain itu, peran aktif guru dan pihak sekolah juga menjadi kunci, seperti melakukan pemantauan perubahan perilaku siswa, menerapkan aturan tegas disertai pembinaan, serta melaksanakan kegiatan pencegahan yang bersifat edukatif. Penguatan karakter dan mental siswa juga dinilai penting agar pelajar memiliki keberanian menolak ajakan negatif dan tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan.

Ditresnarkoba Polda Bali juga mendorong sekolah untuk mengoptimalkan kegiatan positif sebagai wadah penyaluran bakat dan minat siswa, mulai dari olahraga, seni, hingga organisasi sekolah. Keterlibatan orang tua dalam pengawasan dan komunikasi yang sehat dengan anak turut menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan narkoba.

Lebih lanjut, ditekankan pula pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bersih dari narkoba melalui kerja sama dengan kepolisian, BNN, serta tokoh masyarakat, termasuk pembentukan kelompok atau duta Anti Narkoba di lingkungan sekolah.

Dalam penanganan kasus, pendekatan pembinaan tetap dikedepankan. Apabila terdapat siswa yang terindikasi penyalahgunaan narkoba, langkah konseling dan rehabilitasi menjadi prioritas dengan tetap menjaga kerahasiaan demi masa depan siswa yang bersangkutan.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Ditresnarkoba Polda Bali berharap para pelajar SMAN 2 Denpasar dapat menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba demi masa depan yang lebih baik.@Red

error: mediapolri.id