WAY KANAN – Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung, dengan digelarnya pertunjukan seni budaya wayang kulit semalam suntuk, Kamis malam (9/7/2026). Pagelaran yang mengangkat lakon “Gatotkaca Wisuda” itu menjadi magnet bagi masyarakat sekaligus sarana pelestarian budaya yang sarat nilai-nilai luhur.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Way Tuba Johanis, unsur Uspika Kecamatan Way Tuba, Kepala Kampung Ramsai Hendrik Purnama Resma, Karang Taruna, tamu undangan, serta masyarakat Kampung Ramsai dan wilayah sekitarnya.
Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama Resma, mengatakan pagelaran wayang kulit merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-40 Kampung Ramsai sekaligus tradisi tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi dan keselamatan kampung.
“Acara ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Kampung Ramsai ke-40. Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan hasil bumi dan keselamatan Kampung Ramsai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai, masyarakat terlebih dahulu mengikuti pembacaan Surat Yasin dan tahlil, dilanjutkan doa lintas agama secara bergantian sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan antarwarga.
Sejak siang hari, warga dari berbagai dusun telah memadati lokasi acara. Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa dengan adanya sajian tumpeng serta aneka kuliner tradisional yang disiapkan secara gotong royong oleh masyarakat.
Ketua Panitia HUT Kampung Ramsai, Maulana Yusup, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertunjukan wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Alhamdulillah, antusiasme warga luar biasa. Wayang kulit ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Lakon Gatotkaca Wisuda mengajarkan nilai kejujuran, keberanian, serta bakti kepada orang tua. Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai budaya leluhur,” katanya.
Maulana menambahkan, wayang kulit merupakan media dakwah budaya yang mengandung banyak nilai luhur sehingga penting untuk terus dilestarikan di tengah derasnya arus globalisasi.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam menjaga dan meneruskan tradisi budaya yang telah diwariskan para leluhur.
“Kegiatan seperti ini menjadi contoh yang baik. Harapannya, generasi muda bisa ikut berperan dalam melestarikan budaya, dan Kampung Ramsai siap mendukung setiap kegiatan pelestarian budaya,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang hadir, Purwito, berharap pagelaran wayang kulit dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Bagus sekali acaranya, apalagi lakonnya penuh makna. Semoga setiap tahun tetap diadakan supaya anak-anak muda tahu betapa berharganya budaya kita ini,” ujarnya.
Pagelaran wayang kulit di Kampung Ramsai tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta meneguhkan jati diri budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.@Petrus Sumarno







