Warga Tutup Aktifitas PT. Cemindo Gemilang

Lebak, MediaPolri.id – Terkait adanya tindak kekerasan terhadap Warga Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Bernama Wiri yang dilakukan oleh oknum keamanan PT Cemindo, Kepala Desa Pamubulan Terpaksa menutup aktifitas tambang Quarry dan tambang PT. Cemindo yang berada di Desa Pamubulan.

“Sementara kita hentikan dulu, ini dari permintaan warga. sampai ada penyelesaiaan yang serius soal kasus kekerasan terhadap warga saya. Warga trauma, karna khawatir kekerasan ini akan terulang,”ujar Kepala Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, Ago Juhaini, seperti dilansir buserkriminal.com (31/01/2020).

Ago juhaini menjelaskan, Pihak perushaan PT. Cemindo harus menindaklanjuti secara serius soal kekerasanya yang membuat warganya mengalami luka yang cukup serius.

“Saya bener-bener kecewa terhadap oknum ini, Jadi dia yang seharusnya tau atauran dan hukum, kenapa dia melakukan kekerasan. saya menuntut PT. Cemindo harus benar-benar menyikapi secara serius,” tambahnya.

Lanjut Ago Juhaini, “Oknum itu harus di hukum sesuai aturan yang berlaku, ini kan kekerasan, ya harus melewati jalur hukum,”

Hingga saat ini Wiri yang merupakan korban kekerasan, masih dirawat di Puskesmas Bayah, Lantaran mengalami luka yang cukup serius,” pungkasnya

Sementara Wiri salah satu korban mengatakan, permasalahan ini hanya masalah sepatu, saya salah pake sepatu. awalnya ga ada informasi apa-apa, tiba-tiba saya di panggil (Oknum Keamanan) dan langsung di pukul,” ujar korban Wiri warga Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, saat ditemui di Puskesmas Bayah.

Korban mengalami luka lebam di bagian dada, patah tulang di bagian pinggang, luka bakar di bagian ketiak, serta goresan di bagian lengan kiri,”ujarnya.

Sementara saya mau menuntut kasus ini bisa di usut tuntas, dan pelaku diberikan hukuman sesuai dengan apa yang pelaku lakukan terhadap saya.

“saya tidak terima dilakukan seperti ini, saya mau kasus ini di usut tuntas. Ini kan cuma masalah ketuker sepatu, kenapa saya di perlakukan seperti ini,”tandasnya.

Komentar