Cirebon Kota — Sebuah video pemerasan di Pasar Induk Jagasatru yang beredar luas di media sosial langsung memicu respon cepat dari Polres Cirebon Kota. Tanpa menunggu waktu lama, Tim Resmob yang dipimpin Iptu Deny Arisandy, S.H., M.H., C.P.H.R., berhasil menangkap terduga pelaku pada Senin (08/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Penangkapan dilakukan di rumah pelaku yang berada di Kampung Pegajahan Selatan, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan. Pelaku yang diketahui berinisial Y, alias O atau A (30), sehari-hari tidak memiliki pekerjaan tetap dan tinggal bersama keluarganya. Ia menjadi sorotan setelah rekaman aksinya memeras pedagang sayur dan cabai di pasar tersebut beredar di grup WhatsApp warga “Teras Warga”, kemudian viral di media sosial.
Video yang diunggah warga menunjukkan pelaku mengambil barang dagangan pedagang secara paksa. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah berulang kali memeras pedagang dan mengambil berbagai komoditas seperti cabai, bawang, serta sayuran. Barang-barang tersebut lalu dijual ke pedagang sate keliling seharga Rp150.000. Dari hasil penjualan itu, sebagian digunakan membeli minuman keras senilai Rp50.000.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana, S.T.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan secara prosedural dan hak-haknya tetap dijamin. Polisi juga mengamankan barang bukti serta mendata para korban sebagai bagian dari proses penegakan hukum.
“Kami akan terus menindak tegas setiap bentuk pemerasan atau tindakan yang meresahkan masyarakat. Fokus kami adalah memastikan para pedagang dan warga dapat beraktivitas dengan aman, tanpa intimidasi,” tegas AKP Adam Gana.
Selain menangkap pelaku, polisi juga turun langsung ke Pasar Induk Jagasatru untuk memastikan situasi kembali kondusif. Para pedagang pun menyambut baik langkah cepat aparat yang dinilai memberikan rasa aman serta mencegah aksi serupa terulang.
Respons cepat Polres Cirebon Kota ini menegaskan komitmen kepolisian dalam memanfaatkan laporan warga dan informasi digital sebagai alat kontrol sosial, sekaligus wujud kehadiran negara dalam menjaga keamanan wilayahnya.@Red







