DELI SERDANG — Perairan Pulau Berhala di Selat Malaka kembali memakan korban. Sebuah kapal nelayan asal Pantai Labu, Deli Serdang, tenggelam setelah dihantam badai hebat, mengakibatkan satu anak buah kapal (ABK) selamat, sementara empat lainnya belum ditemukan.
Kanit Markas Polairud Deli Serdang, Iptu Turisno, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi pada Selasa, 25 November 2025.
“Diduga kapal karam akibat terpaan angin kencang dan badai yang melanda wilayah perairan tersebut,” ujar Iptu Turisno, Rabu (26/11/2025) malam.
Di tengah situasi mengancam nyawa, Herpani alias Unet, ABK asal Desa Paluh Sibaji, berhasil menyelamatkan diri. Nasib baik menghampirinya ketika kapal Delta Amazon berbendera Filipina melintas dan melihatnya dalam kondisi lemah di lautan.
Tanpa menunggu lama, para ABK kapal asing itu langsung melakukan pertolongan dan mengevakuasi Herpani ke atas kapal, kemudian memberikan penanganan medis awal. Aksi penyelamatan dramatis tersebut terekam dalam video amatir berdurasi 02.53 detik.
Sementara itu, empat ABK lainnya yang masih hilang diketahui bernama: Juma, Nakhoda, 30 tahun, warga Desa Paluh Sibaji, Adi, 33 tahun, warga Desa Paluh Sibaji, Joni Salem alias Jon, 40 tahun, warga Desa Paluh Sibaji dan Rahmad alias Mat Kabeh, 44 tahun, warga Desa Durian.
Nakhoda kapal Delta Amazon Philippines kemudian menghubungi tim Basarnas Dumai untuk melakukan evakuasi lanjutan. Saat ini, Herpani telah dipindahkan ke kapal Basarnas dan dibawa menuju Dumai, Provinsi Riau.
Iptu Turisno menegaskan bahwa proses pencarian terhadap empat korban yang hilang masih berlangsung dan melibatkan unsur SAR serta aparat terkait. @Yan







