DELI SERDANG – Jalan lintas Lubuk Pakam–Medan yang sedang dikorek oleh Satuan Kerja Kementerian PUPR berubah menjadi zona maut bagi pengendara, setelah seorang pengendara sepeda motor tewas akibat lubang galian tanpa rambu peringatan.
Kecelakaan tragis terjadi pada Jumat malam (24/10/2025) sekitar pukul 21.05 WIB, tepat di depan Kantor Bupati Deli Serdang. Korban, pengendara Honda Revo Fit BK-3512-TBX, ditemukan bersimbah darah dengan luka robek di kepala. Rekaman video amatir memperlihatkan kondisi mengenaskan korban, memicu gelombang kemarahan warga.
Seorang warga, Tiara, mengungkapkan kekecewaannya. Ia sudah melaporkan pengerjaan proyek ini ke Bupati, DPRD, dan Dinas PU Provinsi, namun respon yang diterima hanyalah permintaan maaf. Tiara juga mengaku nyaris mengalami kecelakaan di lokasi yang sama beberapa kali.
“Pengorekan jalan dibiarkan begitu saja selama berhari-hari tanpa rambu-rambu. Jalan utama malah menjadi ancaman bagi warga,” ujarnya kesal.
Kejadian ini menyoroti standar keselamatan proyek jalan nasional yang dipertanyakan. Warga menekankan bahwa proyek berskala nasional seharusnya mengutamakan keselamatan masyarakat, bukan justru menimbulkan bahaya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek atau instansi terkait. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar tidak ada korban berikutnya.
Lubuk Pakam kini menjadi peringatan keras: jalan yang dikeruk tanpa rambu-rambu bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi ancaman nyawa. @Yan







