oleh

TNI-Polri Evaluasi Penanganan KKB di Papua Akhir Desember

JAKARTA – TNI-Polri akan menggelar analisis dan evaluasi (anev) Operasi Nemangkawi dalam penanganan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Evaluasi digelar akhir Desember 2021.

“Iya sekitar akhir (Desember), sebelum operasi itu (berakhir) akan dilakukan anev, satu minggu sebelum (operasi) berakhir itu sudah mulai dilakukan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 10 November 2021.

Rusdi belum dapat memastikan pola baru dalam penanganan konflik di Papua. Namun, dia tak memungkiri keinginan Panglima terpilih TNI Jenderal Andika Perkasa memakai pendekatan memenangkan pertempuran tanpa peperangan di Papua dapat dilaksanakan.

“Segala kemungkinan bisa, makanya nanti kita lihat hasil anev,” ujar jenderal bintang satu itu.

Operasi Nemangkawi masih menggunakan pola lama, yakni preventif, preemtif, dan penegakan hukum. Operasi Nemangkawi berakhir Desember 2021, dan akan dilanjutkan dengan operasi pola baru pada Januari 2022.

“Kita lihat nanti bagaimana pola daripada Operasi Nemangkawi 2022, ini kan masih berjalan sampai Desember,” ungkap Rusdi.

Rencana Andika tidak memakai pendekatan perang menumpas permasalahan di Papua disampaikan Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus. Menurut Lodewijk, Andika akan memakai pendekatan lunak.

“Prinsip beliau disampaikan tadi bagaimana memenangkan pertempuran tanpa peperangan. Artinya, ada pendekatan lunak yang dia lakukan, pendekatan sosial yang dilakukan. Ujung-ujungnya masalahnya juga bisa diselesaikan. Kita berharap demikian,” ujar Lodewijk usai mendengarkan paparan visi dan misi Andika di Komisi I DPR, Sabtu, 6 November 2021.

Andika disebut akan menyelesaikan konflik di Papua dengan memanfaatkan operasi pembinaan teritorial. Yakni mengedepankan komunikasi.

“Andalan dia bukan satuan tempur, tapi satuan-satuan teritorial yang digelar, mulai Babinsa, Tamtama, dan Kodim, dan itu yang diperkuat,” ucap Lodewijk.@mi

Komentar

News Feed