oleh

TKSK Angsana Salurkan Program Sembako BPNT Kepada Penerima Manfaat

PANDEGLANG – Penyaluran Program Sembako di Kampung Cikayas desa Cikayas Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berjalan lancar. Program Sembako merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan untuk memastikan program menjadi lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

“Alhamdulillah pembagian program Sembako di kampung Àngsana desa Àngsana berjalan dengan baik dan lancar, ungkap Idris, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) saat diwawancarai seusai pembagian sembako yang secara simbolis dihadiri musfika, Babinsa, Anggota Polsek Àngsana, dan Kepala Desa Àngsana, Sabtu (18/7/20).

Idris menjelaskan, Untuk program Sembako, pemerintah meningkatkan nilai bantuan dan memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada program BPNT, namun
juga komoditas lainnya yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati maupun vitamin dan mineral sebagai upaya dari Pemerintah untuk memberikan akses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi lainnya.

“Seperti halnya program BPNT, program Sembako diharapkan dapat memberikan pilihan kepada penerima manfaat, dan juga komoditas lainnya yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati maupun vitamin dan mineral,” papar TKSK Àngsana.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Àngsana menerangkan, Pada tahun 2020 dalam rangka mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektifitas program bantuan sosial pangan, maka program BPNT dikembangkan menjadi program Sembako.

“Dengan program Sembako, indeks bantuan yang semula Rp.110.000/KPM/bulan naik menjadi Rp.150.000/KPM/
bulan, dan naik lagi menjadi Rp.200.000/KPM/ bulan. Selain itu, program Sembako memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada program BPNT,” tutur Idris.

Ia menambahkan dengan adanya program Sembako akan mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam hal makanan, sehingga dapat memastikan sebagian kebutuhan dasar masyarakat miskin terpenuhi.

“Di sisi lain, pengembangan jenis bahan pangan yang didapatkan dari program ini akan mampu meningkatkan nutrisi/gizi masyarakat, terutama anak-anak sejak dini sehingga akan memiliki pengaruh terhadap penurunan stunting,” kata TKSK Àngsana.

Masih dikatakannya, tujuan program sembako adalah sebagai mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi.

“Selain bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM, dan manfaat program sembako juga dapat meningkatnya ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, serta meningkatnya efisiensi penyaluran bantuan sosial,” bebernya.

Ia menegaskan, selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang TKSK yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementerian Sosial dan/atau dinas/instansi sosial provinsi, dinas/instansi sosial kabupaten Pandeglang untuk melaksanakan membantu penyelenggaraan memberikan pemahaman kepada KPM tentang tujuan dan mekanisme pemanfaatan dana bantuan program Sembako.

“Memberikan pemahaman kepada KPM tentang tujuan dan mekanisme pemanfaatan dana bantuan program Sembako, dan yang lainnya merupakan tugas, fungsi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan untuk melaksanakan membantu penyelenggaraan Kementerian Sosial dan/atau dinas/instansi sosial provinsi, dinas/instansi sosial kabupaten Pandeglang,” tutup Idris TKSK Àngsana kepada media. @Kasman

Komentar

News Feed