PADANG — Upaya pemulihan pascabencana di Kota Padang terus diperkuat melalui peninjauan langsung Tim Trauma Healing Operasi Aman Nusa II pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.30 WIB. Dipimpin Brigjen Pol Nina Febri Linda, S.H., M.H., tim menyisir sejumlah titik pengungsian untuk memastikan seluruh layanan berjalan maksimal.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri Cupak Tangah 02, Kecamatan Pauh, yang menjadi salah satu posko pengungsian utama. Di sana, Brigjen Pol Nina menegaskan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan.
“Kami fokus memastikan anak-anak dan lansia mendapatkan perhatian penuh. Posko harus memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung pemulihan psikologis mereka,” ujarnya.
Selain memantau fasilitas pengungsian, tim juga mengevaluasi pelaksanaan program trauma healing bagi warga terdampak. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu mengurangi tekanan mental pascabencana, khususnya pada anak-anak yang rentan mengalami trauma emosional.
“Pemulihan psikologis adalah bagian penting dari masa tanggap darurat. Kami ingin memastikan kegiatan trauma healing benar-benar membantu mereka kembali stabil dan merasa terlindungi,” tambah Brigjen Nina.
Setelah dari Cupak Tangah, rombongan melanjutkan peninjauan ke dapur lapangan Polri di Posko Bencana Lubuk Minturun. Tim memastikan bahwa proses pengolahan hingga pendistribusian makanan bagi para pengungsi dilakukan secara tepat dan konsisten.
“Dapur lapangan harus menjadi sumber makanan yang layak dan aman bagi para pengungsi. Ketersediaan logistik yang tepat waktu sangat berpengaruh pada kondisi mereka selama berada di posko,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif dan berjalan tanpa hambatan. Tim Trauma Healing Ops Aman Nusa II memastikan bahwa dukungan terhadap para pengungsi terus ditingkatkan, baik dari sisi kebutuhan dasar maupun pemulihan mental, sebagai bagian dari komitmen Polri dalam penanganan pascabencana.@Red







