POLRI

Tim Komite Baru SMAN 1 Lubuk Alung Bertekad Bangkitkan Kembali Prestasi Sekolah Lewat Dana Komite

0
×

Tim Komite Baru SMAN 1 Lubuk Alung Bertekad Bangkitkan Kembali Prestasi Sekolah Lewat Dana Komite

Sebarkan artikel ini

Lubuk Alung — Di bawah kepemimpinan Happy Neldy, SE., MM., seorang politikus sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman selama beberapa periode, Komite Sekolah SMA Negeri 1 Lubuk Alung menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan sekolah yang sempat menurun. Minimnya pemasukan dana komite selama ini dinilai berdampak pada penurunan prestasi ekstrakurikuler siswa serta keterlambatan pembayaran honor guru non-PNS.

Dengan semangat baru, Happy Neldy bersama jajaran pengurus periode 2025–2028 bertekad membangkitkan kembali citra SMAN 1 Lubuk Alung sebagai sekolah unggulan di Kecamatan Lubuk Alung yang dahulu berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
Struktur kepengurusan komite yang baru meliputi:

550x300

Ketua: Happy Neldy, SE., MM.

Sekretaris: Edison

Bendahara: Asriadi Hasan

Wakil Ketua: Asnawir Purnama

Wakil Sekretaris: Candrianto

Anggota: Abd. Rahman, Herik Rinal, Harjuli E., Ajie, S.H., Netra Leonita, dan Yuli Fitria.

Salah satu langkah inovatif yang diterapkan oleh tim komite adalah penerapan sistem sumbangan sukarela. Berbeda dari praktik umum yang menetapkan nominal dan batas waktu, Happy Neldy memastikan bahwa sumbangan komite tidak bersifat wajib serta tidak boleh dikaitkan dengan pelayanan penting seperti pengambilan rapor, nomor ujian, atau ijazah. Kebijakan ini dirancang agar tidak menimbulkan beban bagi orang tua siswa, khususnya yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Bagi orang tua yang memiliki kemampuan lebih, partisipasi sukarela tetap dianjurkan sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan sekolah. Sedangkan bagi keluarga kurang mampu, cukup membuat surat pernyataan sederhana untuk mendapatkan keringanan atau pembebasan penuh. Pendekatan inklusif ini mencerminkan nilai gotong royong masyarakat Minangkabau, memastikan tidak ada diskriminasi dalam akses pendidikan.

Selain itu, Komite juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga seperti donatur, perusahaan lokal, dan lembaga swasta untuk membantu pendanaan sekolah. “Kami ingin Komite menjadi jembatan antara suara wali murid dan pihak sekolah,” ujar Happy Neldy dalam salah satu pernyataannya.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan dana komite memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Dana tersebut menjadi dukungan tambahan bagi sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana, pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan kurikulum, hingga pembayaran honor guru honorer yang tidak tercakup dalam dana BOS.

Tim Komite SMAN 1 Lubuk Alung juga menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan dana. Menurut perwakilan Humas Komite, Ajie, keterbukaan dalam pengelolaan keuangan akan meningkatkan kepercayaan orang tua siswa.

“Jika orang tua mengetahui kebutuhan sekolah dan melihat hasil nyata dari dana yang disumbangkan, mereka akan lebih bersedia berpartisipasi,” jelasnya.

Melalui sinergi, transparansi, dan semangat kebersamaan, Komite SMAN 1 Lubuk Alung optimistis dapat membawa kembali sekolah ini menuju masa kejayaan prestasi seperti sebelumnya.@Ajie

error: mediapolri.id