oleh

Tim Gabungan di Pringsewu Gelar Ops Yustisi dan Bagikan 300 Masker

PRINGSEWU – Tim Ketua Tim penggerak PKK kabupaten Pringsewu ibu Nurohmah Sujadi Saddat
bersama Ketua Darma wanita kabupaten .pringsewu mengadakan Oprasi Yustisi, dan membagikan masker dipasar pagi gumukmas dan di pasar pagelaran Gerakan masyarakat (Germas) memakai masker. acara Oprasi Yustisi i pada hari Kamis (18/2/2021) .

Dalam kegiatan ini di hadiri oleh Ibu Sri prihatin Iswayudi, Camat pagelaran Bahrudin Sip, Kapolsek Pagelaran AKP.Syafri Lubis SH, Anggota Koramil , secam pagelaran Sidik , Kaupt Puskesmas Pagelaran Subani ,Kaupt puskesmas Bumiratu Ida Sundari, staf Kecamatan dan Pol PP.

Kapolsek Pagelaran AKP.Syafri Lubis SH Mengatakan Operasi Yustisi dan pembagian masker di adakan di dua pasar yaitu Pasar Gemuk Rejo dan pasar pagelaran akan terus menggencarkan operasi yustisi pendisiplinan warga terhadap protokol kesehatan (prokes). Langkah ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 diwilayahnya.

Operasi ini digelar guna mendisiplinkan warga masyarakat baik para pedagang maupun pembeli yang melakukan aktivitas jual beli di pasar Gumukrejo dan pasar Pagelaran dan kami bersama Tim penggerak PKK kabupaten juga membagikan 300 masker.

“kami akan melaksanakan operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga masyarakat yang melakukan aktivitas jual beli di pasar Gumukrejo, dan pasar pagelaran .” ujar Kapolsek.

Operasi yustisi tersebut gencar dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 di wilayah kecamatan pagelaran.

Kapolsek berharap, melalui kegiatan ini, seluruh masyarakat dapat lebih sadar terhadap penerapan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 5M. Gerakan 5M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Selama kegiatan, lanjut kapolsek, petugas gabungan juga menindak 20 orang warga pelanggar protokol kesehatan dengan teguran lisan, sanksi fisik berupa push up dan sanksi sosial berupa menyanyikan lagu lagu nasional.

“dari 20 orang yang terjaring, 5 orang mengucapankan pancasila 5 orang dan diberi sanksi push-up, 5 orang menyanyikan lagu nasional dan 10 orang mengucapkan pernyataan tidak mengulangi” terang Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, saksi fisik dan sosial tersebut diberikan karena warga kedapatan tidak menggunakan masker, sedangkan saksi teguran diberikan kepada warga yang yang membawa masker tetapi tidak memakainya. (pon)

Komentar

News Feed