oleh

Terlibat Manipulasi Pesanan Fiktif Gojek Dibekuk Polisi

SURABAYA, Mediapolri.id – Polda Jatim terus mengembangkan kasus pesanan fiktif yang mengelola aplikasi Gojek. Kali ini polisi membahas empat tersangka baru yaitu M Nurdin alias MN (35) warga Semarang, Nur Fatoni alias NF (27) warga Nganjuk, Ruslan Setiawan alias RS (37) warga Kabupaten Malang, dan Fakhri Stya Pradana alias FS (19) warga Kota Malang.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, MN mendukung untuk operator kartu sim seluler merek Axis dan memasok kartu itu ke dalam rangka pesanan fiktif Jaini alias MZ. Luki menyebut, selain kartu Axis, tersangka juga menjual kartu perdana aktif merek operator lainnya.

“Ada empat (kartu perdana teregistrasi) di depan saya, dari Telkomsel, Axis, IM3, dan XL,” kata Luki, Surabaya, Kamis (5/3).

Luki mengatakan menangkap empat kali ini tentang pengembangan tersangka Jaini alis MZ (35) dan penyuplai kartu sim merek Axis Nafis Suhandak alias NS (27).

MN mengaku bisa mengakses data kependudukan baik NIK maupun KK dari database ilegal yang dibelinya melalui perangkat lunak bernama smart ACT di aplikasi belanja online.

“Untuk alatnya saya juga membeli di Tokopedia setelah itu saya isi data NIK KK ke dalam perangkat lunak yang sesuai dengan jumlah kartu yang terhubung di modem kolam abis itu kita klik satu kali bisa terkoneksi,” kata MN yang dihadirkan di lokasi. Alat modem pool itu bisa meregistrasi 16 kartu sim baru.

Dari sana, dia meregistrasi kartu sim yang masih kosong dengan alat yang ditunjuk modem pool yang terhubung dengan laptop. Laptop itu sudah terisi dengan aplikasi pintar ACT yang menyediakan ribuan data kependudukan.

Sementara Nur Fatoni alias NF memiliki peran seperti tersangka Nafis Suhandak alias NS yang menyediakan kartu perdana yang sudah teregistrasi. Sementara Ruslan Setiawan alias RS (37) menyediakan akun penyelam Gojek dan Fakhri tersangka Setya alias FS (19) memfasilitasi sebagai pemilik akun restoran fiktif.

Dari tambahan empat tersangka ini, sudah ada enam tersangka yang ditangkap Polda Jatim dalam kasus pesanan fiktif yang memanipulasi aplikasi Gojek. Dari kasus ini, polisi menyita sebanyak 70 ribu kartu sim yang sudah teregistrasi dengan data kependudukan.

Selain itu, polisi akan membantu bocornya data penduduk bersama dengan Kominfo, Dukcapil Kemendagri hingga KPU Jatim. Sebabnya, data kependudukan diperjualbelikan di aplikasi belanja online.@humas

Komentar

News Feed